Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dari Wabah PMK
Hasanah syakim
Kamis, 12 Mei 2022 - 09:07 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Kementerian Pertanian memastikan stok hewan kurban untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha 2022 aman dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan Kementan terus mengawasi lalu lintas hewan ternak khusunya hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat.
"Untuk Idul Adha kami optimistis insya Allah ini ternak tersedia. Pengalaman-pengalaman sebelumnya hanya 10-20 persen dari populasi yang dipakai," kata Nasrullah dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (12/5/2022).
Baca juga: Kementan: Penyakit Kuku dan Mulut Hewan Tidak Menular ke Manusia
Nasrullah mengatakan Kementerian Pertanian akan membuat SOP tentang prosedur mobilisasi hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lainnya dengan aman tanpa terinfeksi virus penyebab penyakit mulut dan kuku.
"Nanti kami akan buat SOP khusus bagaimana mobilisasi ternak dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa terkontaminasi oleh PMK ini. Mudah-mudahan satu sampai dua minggu sebelum Idul Adha kami sudah bisa punya itu sehingga masyarakat kaum Muslim bisa melaksanakan kurban dengan aman dan sehat," kata Nasrullah.
Seperti diberitakan, wabah PMK menyebar di sejumlah ternak milik warga di Jawa Timur dan Aceh. PMK ini menjangkiti hewan ternak dengan kuku terbelah seperti sapi, kambing, domba, dan babi.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan Kementan terus mengawasi lalu lintas hewan ternak khusunya hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat.
"Untuk Idul Adha kami optimistis insya Allah ini ternak tersedia. Pengalaman-pengalaman sebelumnya hanya 10-20 persen dari populasi yang dipakai," kata Nasrullah dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (12/5/2022).
Baca juga: Kementan: Penyakit Kuku dan Mulut Hewan Tidak Menular ke Manusia
Nasrullah mengatakan Kementerian Pertanian akan membuat SOP tentang prosedur mobilisasi hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lainnya dengan aman tanpa terinfeksi virus penyebab penyakit mulut dan kuku.
"Nanti kami akan buat SOP khusus bagaimana mobilisasi ternak dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa terkontaminasi oleh PMK ini. Mudah-mudahan satu sampai dua minggu sebelum Idul Adha kami sudah bisa punya itu sehingga masyarakat kaum Muslim bisa melaksanakan kurban dengan aman dan sehat," kata Nasrullah.
Seperti diberitakan, wabah PMK menyebar di sejumlah ternak milik warga di Jawa Timur dan Aceh. PMK ini menjangkiti hewan ternak dengan kuku terbelah seperti sapi, kambing, domba, dan babi.