Pengalaman Ramadhan dan Lebaran di Jantung Sekularisme Eropa
Muhajirin
Kamis, 12 Mei 2022 - 17:16 WIB
Moch Nurul Huda di salah satu landmark di Prancis (Dok Pribadi)
Prancis dikenal sebagai negara sekuler. Prancis memiliki prinsip sekularisme yang dipegang teguh bernama laïcité. Akibatnya agama sering jadi hal sensitif di negara yang jadi kiblat filsafat hingga fesyen di Barat itu.
Hal itu membuat pengalaman menjadi turis muslim di Prancis memiliki tantangan tersendiri. Seperti yang dirasakan Karyawan PTDI, Moch Nurul Huda.
Huda datang ke Prancis pada 25 April 2022 untuk tugas dinas luar negeri. Dia tiba di negara tersebut saat umat Islam seluruh dunia melaksanakan puasa Ramadhan. Hal itu jadi tantangan sebab dia harus berpuasa kurang lebih 16 jam. Kala itu, Huda menginap di hotel bintang 4 Mercure de Bourdon, di daerah Bourges.
"Pada saat itu pihak hotel masih belum diberi tahu bahwa saya dan tim berpuasa, sehingga menu-menunya cenderung standard hotel non-muslim dan jatah sarapan kami masih diberikan pada jam normal sarapan," tutur Huda kepada LANGIT7.ID, Kamis (12/5/2022).
Huda cukup beruntung. Mitra kerjanya di Prancis sangat menghormati saat mengetahui timnya menjalankan ibadah puasa. Keesokan harinya, pihak hotel pun sudah mengkondisikan, sehingga jatah sarapan dimajukan untuk sahur.
Baca Juga: Puasa dan Lebaran Tanpa Keluarga di Jerman, Buat Memori Indah Bersama Kawan
Hal itu membuat pengalaman menjadi turis muslim di Prancis memiliki tantangan tersendiri. Seperti yang dirasakan Karyawan PTDI, Moch Nurul Huda.
Huda datang ke Prancis pada 25 April 2022 untuk tugas dinas luar negeri. Dia tiba di negara tersebut saat umat Islam seluruh dunia melaksanakan puasa Ramadhan. Hal itu jadi tantangan sebab dia harus berpuasa kurang lebih 16 jam. Kala itu, Huda menginap di hotel bintang 4 Mercure de Bourdon, di daerah Bourges.
"Pada saat itu pihak hotel masih belum diberi tahu bahwa saya dan tim berpuasa, sehingga menu-menunya cenderung standard hotel non-muslim dan jatah sarapan kami masih diberikan pada jam normal sarapan," tutur Huda kepada LANGIT7.ID, Kamis (12/5/2022).
Huda cukup beruntung. Mitra kerjanya di Prancis sangat menghormati saat mengetahui timnya menjalankan ibadah puasa. Keesokan harinya, pihak hotel pun sudah mengkondisikan, sehingga jatah sarapan dimajukan untuk sahur.
Baca Juga: Puasa dan Lebaran Tanpa Keluarga di Jerman, Buat Memori Indah Bersama Kawan