Tetap Stabil, Ini Kiat Pertahankan Usaha Fesyen Usai Ramadhan dan Lebaran
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 12 Mei 2022 - 19:38 WIB
Toko pakaian muslim di Kampong Glam, Singapura. Foto: Langit7/iStock
Pelonggaran pembatasan sosial oleh pemerintah memicu peningkatan permintaan pasar. Sektor usaha pun makin optimistis untuk menambah intensitas produksi dan penjualan.
Tren positif tersebut tak hanya terbatas pada usaha retail saja, transaksi positif pun terlihat di layanan berbasis teknologi. Sejak Januari hingga Maret lalu, pelaku usaha fesyen sudah mulai meningkatkan intensitas belanja kain melalui layananZilingo
Pembelian kain juga tercatat masih terus berlangsung selama Ramadan untuk memenuhi kebutuhan konsumen jelang hari raya.
Baca juga: Bisnis Fesyen Bangkrut, Muslimah Ini Sukses Lewat Gabin Tape
Head of Commerce Zilingo Indonesia, Kang Ay Lie mengatakan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dimanfaatkan pelaku usaha sebagai booster pertumbuhan usaha. Baik itu skala kecil maupun besar.
"Volume transaksi pada layanan Zilingo tumbuh hingga 75 persen dibandingkan tahun lalu. Kabar baiknya, sejumlah brand baru juga memulai penjualannya tahun ini. Meski naik cukup signifikan, beberapa pelaku usaha masih memilih untuk memantau keputusan pemerintah terkait kebijakan pasca Idul Fitri,” ungkap Kang Ay Lie melalui keterangan tertulis yang dikutip Kamis (12/5/2022).
Pelaku usaha yang telah sukses mendorong pertumbuhan bisnisnya selama Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H perlu tetap mengantisipasi penurunan omzet penjualan setelah hari raya.
Tren positif tersebut tak hanya terbatas pada usaha retail saja, transaksi positif pun terlihat di layanan berbasis teknologi. Sejak Januari hingga Maret lalu, pelaku usaha fesyen sudah mulai meningkatkan intensitas belanja kain melalui layananZilingo
Pembelian kain juga tercatat masih terus berlangsung selama Ramadan untuk memenuhi kebutuhan konsumen jelang hari raya.
Baca juga: Bisnis Fesyen Bangkrut, Muslimah Ini Sukses Lewat Gabin Tape
Head of Commerce Zilingo Indonesia, Kang Ay Lie mengatakan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dimanfaatkan pelaku usaha sebagai booster pertumbuhan usaha. Baik itu skala kecil maupun besar.
"Volume transaksi pada layanan Zilingo tumbuh hingga 75 persen dibandingkan tahun lalu. Kabar baiknya, sejumlah brand baru juga memulai penjualannya tahun ini. Meski naik cukup signifikan, beberapa pelaku usaha masih memilih untuk memantau keputusan pemerintah terkait kebijakan pasca Idul Fitri,” ungkap Kang Ay Lie melalui keterangan tertulis yang dikutip Kamis (12/5/2022).
Pelaku usaha yang telah sukses mendorong pertumbuhan bisnisnya selama Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H perlu tetap mengantisipasi penurunan omzet penjualan setelah hari raya.