LANGIT7.ID-, -
Musibah adalah ujian dan ketetapan dari Allah SWT. Setiap insan tentu mengalami ujian dalam hidupnya. Namun pengertian musibah pastinya berbeda antar satu sama lain.
Bagi
orang beriman, ujian adalah cobaan. Bagi orang yang lupa, musibah merupakan peringatan. Sementara bagi orang ingkar, musibah adalah
azab.
Dalam menghadapi
musibah atau ujian, para ulama menyarankan untuk menjalaninya dengan
kesabaran serta keikhlasan.
Baca juga: 4 Kiat Paten Mengadapi Musibah Menurut AA Gym, Supaya Ikhlas dan Kuat MenghadapiPara ulama mengatakan bahwa di balik ujian ada hikmah yang bisa diambil. Selain itu, ada juga ulama yang memberikan tips yang bisa jadi penawar untuk memberikan ketenangan batin.
Di antara ulama yang menjelaskan hal tersebut adalah
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang dijelaskan dalam kitab Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairil Ibad, (Beirut, Muassasah Ar-Risalah: 1998) juz IV, halaman 173-176.
Dalam kitab tersebut,
Ibnu Qayyim menjelaskan setidaknya ada 5 hikmah dan tips dalam menghadapi
musibah yang menimpa umat Islam. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari laman Kemenag, Rabu (17/9/2025).
1. Semua Titipan Allah Ta'ala Saat mengalami
musibah, setiap Muslim harusnya meyakini bahwa jiwa, raga, harta, maupun keluarga adalah titipan dari Allah.
Karena itu, kehilangan sesuatu seharusnya dipandang sebagai hal yang wajar, sebagaimana keadaan sebelum ia memilikinya.
Baca juga: Doa Saat Ditimpa Musibah Banjir, Agar Cepat Surut dan Diberi KeselamatanAllah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155,
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).”2. Sedih dan Senang Sewajarnya Setiap manusia yang lahir hingga meninggalkan dunia dalam kondisi tidak membawa apa-apa. Namun yang tertinggal adalah amal perbuatannya.
Maka, saat mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau menyedihkan sebaiknya disambut dengan sewajarnya.
Allah berfirman dalam Al-Qu’an Surat Al-Hadid ayat 22-23:
مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَنْ نَّبْرَأَهَا ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ٢٢ لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَآ آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ٢٣
Artinya:
“Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”Baca juga: AA Gym: Musibah adalah Teguran Penuh Kasih dari Allah3. Ingat Nikmat Lain Saat seorang Muslim tertimpa musibah, sebaiknya jangan terpaku pada ujian itu saja. Melainkan fokus pada nikmat lain yang masih tersisa.
Dengan begitu, maka kita akan lebih bersyukur dan sadar bahwa karunia Allah SWT masih jauh lebih besar dibandingkan yang hilang.
Allah berfirman dalam Surat An-Naḥl ayat 18:
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya:
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”4. Lihat ke Bawah Ketika tertimpa
musibah, hendaknya menyadari bahwa kita tidak sendirian. Artinya masih banyak orang yang menghadapi ujian yang mungkin lebih berat.
Dengan mengingat hal ini, beban hidup akan terasa lebih ringan dan juga bisa tetap bersyukur kepada Allah. Rasulullah bersabda:
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
Artinya:
"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kalian." (HR Bukhari Muslim)
Baca juga: Musibah Terasa Berat? Ikuti Saran Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam5. Tidak Meratapi NasibRatapan kegelisahan tidak akan bisa mengubah keadaan, justru hal itu malah akan menambah beban. Allah pun akan murka karena seolah tidak menerima terhadap qada dan qadar yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Rasulullah bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
Artinya:
“Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha (terhadap ujian itu), maka baginya keridhaan (dari Allah). Dan barangsiapa yang murka (terhadap ujian itu), maka baginya kemurkaan (dari Allah).” (HR. At-Tirmidzi).
(est)