LANGIT7.ID-Di sebuah Damaskus abad ke-13, lahir seorang ulama yang tak hanya piawai dalam fiqih, tetapi juga dikenal sebagai ahli tafsir, hadis, nahwu, ushul, kalam, penghafal Al-Qur’an, bahkan seorang mujtahid.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah — nama lengkap yang selalu disebut dengan penuh hormat — lahir pada 4 Februari 1292 dan wafat pada 23 September 1350.
Warisan keilmuannya tak hanya berupa kitab-kitab fiqih yang tebal. Dalam
Zad al-Ma’ad fi Hady Khayr al-‘Ibad, Ibnu Qayyim menawarkan sebuah “resipe” sederhana untuk membuat hidup mudah dan rezeki lapang. Resep itu hanya terdiri dari empat amalan, yang oleh banyak kalangan sufi dan ulama setelahnya dijadikan pegangan.
Keempatnya adalah qiyam al-layl (salat malam), katsrat al-istighfar bi al-ashar (memperbanyak istighfar saat sahur), ta’ahud al-sadaqah (membiasakan sedekah), dan al-dzikr awwal al-nahar wa akhirahu (berzikir di waktu pagi dan sore).
Bukan semata ritual kosong, keempat amalan ini, kata Ibnu Qayyim, harus dilakukan dengan rasa tunduk sepenuh hati kepada Allah, yakin bahwa Allah yang Maha Kuasa atas segalanya. “Maka apa yang diminta hamba-Nya, pasti akan diberikan,” tulisnya.
Baca juga: Rahasia Rezeki Lancar Ala Irfan Hakim: Haram Ngomong Capek! Menegakkan Salat MalamQiyam al-layl, bagi Ibnu Qayyim, adalah kebiasaan orang-orang saleh, sarana paling sunyi untuk mendekat pada Allah. Dari Abu Hurairah, diriwayatkan sabda Nabi ﷺ:
يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُRabb kita, tabaraka wa ta’ala, turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berkata: “Siapa yang berdoa pada-Ku, Aku akan memperkenankan. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti Aku beri. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 6321 & Muslim no. 758).
Itu sebabnya, banyak yang meyakini, siapa pun yang bangun dan bermunajat pada waktu sunyi itu, berpeluang besar mendapatkan apa yang diinginkannya: kemudahan, keberkahan usaha, hingga kecukupan rezeki.
Baca juga: Rezeki Seret? Coba Rutin Baca Doa Ini Setiap Shalat Seperti Saran Ustaz Adi Hidayat Memperbanyak Istighfar Waktu SahurWaktu sahur bagi sebagian besar orang identik dengan mengisi perut. Namun bagi para pencari keberkahan, itulah saat terbaik untuk memohon ampunan. Nabi ﷺ sendiri mengajarkan istighfar hingga seratus kali sehari.
وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307)
Atau bahkan:
إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِى وَإِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِى الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702)
Bagi Ibnu Qayyim, istighfar yang rutin terutama di waktu sahur adalah kunci yang membuka perhatian Allah terhadap hamba-Nya.
Baca juga: Beramal untuk Akhirat: Kunci Hidup Tenang dan Rezeki LancarMembiasakan BersedekahSedekah adalah jalan paling konkret, yang efeknya tidak hanya spiritual tapi juga sosial. Al-Qur’an sendiri menyatakan:
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ“Katakanlah: Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya, dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi rezeki.” (QS Saba’ : 39)
Berzikir Pagi dan SoreAmalan terakhir dalam “resep” Ibnu Qayyim adalah menjaga lisan dan hati dengan zikir di waktu pagi dan sore. Firman Allah:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ“Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS Al-Baqarah:152)
Dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Khubaib RA:
“Bacalah Surat al-Ikhlash, al-Falaq, dan an-Nas ketika masuk waktu sore dan pagi masing-masing tiga kali. Maka itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud no. 5084; al-Tirmidzi no. 3575 — hasan sahih menurut al-Albani)
Baca juga: Kolom Hikmah Petunjuk-Nya: Berbagi Rezeki, Membuka Hati untuk Kehidupan yang Lebih Bermakna Zikir yang konsisten di awal dan akhir hari, kata Ibnu Qayyim, bukan hanya mencukupi kebutuhan batin tetapi juga mencukupi segala urusan dunia.
Amalan-amalan itu, bagi sebagian orang mungkin sederhana, bahkan tampak biasa. Tetapi dalam keyakinan Ibnu Qayyim dan para pengikutnya, justru di situlah letak rahasianya. Kesederhanaan yang dijalankan dengan istiqamah, penuh iman, dan keyakinan pada kekuasaan Allah adalah jalan untuk membuka pintu-pintu rezeki.
(mif)