Kolom Hikmah Petunjuk-Nya: Berbagi Rezeki, Membuka Hati untuk Kehidupan yang Lebih Bermakna
tim langit 7Senin, 24 Maret 2025 - 10:20 WIB
LANGIT7.ID-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada pilihan tentang bagaimana menyikapi rezeki yang kita terima. Haruskah kita mengutamakan diri sendiri atau justru berbagi dengan sesama? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin terletak pada keterbukaan hati kita.
"Saat ada rezeki, mendingan berbagi atau buat diri sendiri?" Pertanyaan ini bukan sekadar tentang materi, tetapi tentang prinsip hidup yang kita pilih dalam menyikapi apa yang telah kita dapatkan.
Ketika kita memilih untuk berbagi, kita sebenarnya juga membuka diri untuk menerima lebih banyak petunjuk dalam hidup. "Kita kan selalu minta petunjuk nih, tapi hati kita harus selalu terbuka," demikian pesan sederhana namun mendalam yang mengingatkan kita tentang esensi keterbukaan hati.
Sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." Ayat ini menegaskan bahwa berbagi rezeki tidak akan mengurangi harta, justru dapat melipatgandakannya dengan cara yang tidak kita duga.
Mengusung semangat yang sama, PT Djarum kembali menyampaikan pesan kebaikan untuk memaknai bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini, dengan mengangkat tema "Hikmah Petunjuk-Nya". Tema tersebut mengingatkan kita sebagai manusia yang seringkali berdoa dan memohon petunjuk-Nya, namun terkadang belum membuka hati untuk menerima pentunjuk-Nya tersebut. Padahal mungkin jawaban dan petunjuk-Nya sudah ada di depan kita.
Filosofi ini menegaskan bahwa berbagi dengan sesama menjadi salah satu cara konkret kita membuka hati. Ketika hati terbuka, kita menjadi lebih mudah menerima dan mengenali petunjuk-petunjuk hidup yang sebenarnya sudah ada di sekitar kita.
"Selalu buka hati untuk petunjuk-nya," merupakan pengingat penting bahwa keterbukaan hati adalah kunci dalam memahami arah hidup kita. Dengan berbagi, kita tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga membuka jalan bagi diri sendiri untuk menerima lebih banyak keberkahan.
Di tengah kehidupan yang semakin individualis, pesan untuk berbagi menjadi sangat relevan. Berbagi tidak selalu tentang materi, tetapi juga tentang kebaikan, perhatian, dan kasih sayang kepada sesama.