Marak Konflik antar Umat Islam, Ukhuwah Islamiyah Dinilai Makin Pudar
Muhajirin
Senin, 02 Agustus 2021 - 12:02 WIB
ilustrasi muslimah tidak setuju (foto: langit7.id/istock)
Direktur Moderate Muslim Society, Zuhairi Misrawi, mengatakan, rasa persaudaraan merupakan kunci utama untuk mewujudkan persatuan umat Islam. Ini sejalan dengan surah Al-Hujurat ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
"Menurut saya, yang hilang dari umat Islam sekarang adalah ukhuwah Islamiyah-nya ini. Mudah diajak konflik dengan sesama Muslim," kata Zuhairi dalam Webinar Internasional PCINU Se-Afrika yang disiarkan akun Youtube PCINU Tunisia, dikutip hari ini (2/8/2021).
Dia mencontohkan khazanah NU dalam trilogi persaudaraan yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah. Ukhuwah Islamiyah artinya merangkul, bukan memukul. Prinsip ini harus ditanamkan oleh setiap muslim agar tidak mudah menganggap musuh muslim lainnya hanya karena berbeda pendapat.
Kedua, ukhuwah wathoniyah, persaudaraan kebangsaan. Dalam hal ini, umat Islam telah membuktikan perannya dalam mendorong kemerdekaan Indonesia. Namun setelah itu, umat Islam perlu mempererat persaudaraan untuk menjaga dan menjadikan bangsa Indonesia jauh lebih baik.
Ketiga, ukhuwah basyariyyah, persaudaraan kemanusiaan. Persaudaraan kemanusiaan itu penting untuk dirumuskan agar lebih kontekstual dengan zaman sekarang. Persaudaraan perdamaian ini penting dalam bermuamalah, baik kepada sesama muslim atau nonmuslim sekalipun.
Terpisah, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, mengatakan, salah satu perusak umat Islam saat ini adalah fenomena perkelahian dan perang opini di media sosial. Dia mengajak semua elemen bangsa menanggalkan semua keangkuhan dan menjadi kasih sayang pada sesama sebagai wajah dalam bersosial. Terlebih hari ini umat manusia sedang diuji dengan hadirnya Pandemi Covid-19.
Dia menyebut pandemi Covid-19 merupakan wabah kemanusiaan. Pandemi bukan wabah perorangan, kelompok, etnis, agama, negara maupun bangsa.
"Menurut saya, yang hilang dari umat Islam sekarang adalah ukhuwah Islamiyah-nya ini. Mudah diajak konflik dengan sesama Muslim," kata Zuhairi dalam Webinar Internasional PCINU Se-Afrika yang disiarkan akun Youtube PCINU Tunisia, dikutip hari ini (2/8/2021).
Dia mencontohkan khazanah NU dalam trilogi persaudaraan yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah. Ukhuwah Islamiyah artinya merangkul, bukan memukul. Prinsip ini harus ditanamkan oleh setiap muslim agar tidak mudah menganggap musuh muslim lainnya hanya karena berbeda pendapat.
Kedua, ukhuwah wathoniyah, persaudaraan kebangsaan. Dalam hal ini, umat Islam telah membuktikan perannya dalam mendorong kemerdekaan Indonesia. Namun setelah itu, umat Islam perlu mempererat persaudaraan untuk menjaga dan menjadikan bangsa Indonesia jauh lebih baik.
Ketiga, ukhuwah basyariyyah, persaudaraan kemanusiaan. Persaudaraan kemanusiaan itu penting untuk dirumuskan agar lebih kontekstual dengan zaman sekarang. Persaudaraan perdamaian ini penting dalam bermuamalah, baik kepada sesama muslim atau nonmuslim sekalipun.
Terpisah, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, mengatakan, salah satu perusak umat Islam saat ini adalah fenomena perkelahian dan perang opini di media sosial. Dia mengajak semua elemen bangsa menanggalkan semua keangkuhan dan menjadi kasih sayang pada sesama sebagai wajah dalam bersosial. Terlebih hari ini umat manusia sedang diuji dengan hadirnya Pandemi Covid-19.
Dia menyebut pandemi Covid-19 merupakan wabah kemanusiaan. Pandemi bukan wabah perorangan, kelompok, etnis, agama, negara maupun bangsa.