Shalat Tarawih Banyak Terlewat, Boleh Diganti di Bulan Lain?
Mahmuda attar hussein
Senin, 16 Mei 2022 - 18:05 WIB
Ilustrasi shalat berjamaah di masjid. (Foto: Antara).
Sebagian umat Islam mungkin melalaikah shalat tarawih karena adanya kesibukan lain. Namun apakah boleh ibadah sunnah ini diganti di bulan-bulan lainnya?
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menjawab tidak bisa. Sebab qadha (penggantian, pelunasan) ibadah hanya berlaku pada ibadah wajib saja.
"Kalau pun kita ketinggalan yang itu ibadah wajib ya kita harus mengqadhanya di hari-hari yang lain, tapi kalau itu amalan sunnah ya tidak usah diganti," kata Dadang dilansir dari laman Muhammadiyah, Ahad (15/5/2022).
Baca Juga: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Sebelum Tarawih Salahi Kaidah Fikih
Menurut dia, setelah Ramadhan berlalu, umat Islam sebaiknya memprioritaskan untuk lebih dahulu mengqadha utang puasa. Namun bagi orang berpenyakit kronis, ibu menyusui, dan kaum renta diberikan rukhsah mengganti puasa dengan fidyah.
"Diutamakan membayar dulu utang yang wajib, setelah itu baru ibadah sunnah. Karena utang itu wajib jangan sampai tidak membayar," katanya.
Setelah semua hal itu dilakukan, Dadang menilai intensitas ibadah yang tinggi selama bulan Ramadan ada baiknya dijadikan amalan sehari-hari. Mulai dari puasa sunnah, salat malam, membaca Alquran, beritikaf dan bersedekah.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menjawab tidak bisa. Sebab qadha (penggantian, pelunasan) ibadah hanya berlaku pada ibadah wajib saja.
"Kalau pun kita ketinggalan yang itu ibadah wajib ya kita harus mengqadhanya di hari-hari yang lain, tapi kalau itu amalan sunnah ya tidak usah diganti," kata Dadang dilansir dari laman Muhammadiyah, Ahad (15/5/2022).
Baca Juga: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Sebelum Tarawih Salahi Kaidah Fikih
Menurut dia, setelah Ramadhan berlalu, umat Islam sebaiknya memprioritaskan untuk lebih dahulu mengqadha utang puasa. Namun bagi orang berpenyakit kronis, ibu menyusui, dan kaum renta diberikan rukhsah mengganti puasa dengan fidyah.
"Diutamakan membayar dulu utang yang wajib, setelah itu baru ibadah sunnah. Karena utang itu wajib jangan sampai tidak membayar," katanya.
Setelah semua hal itu dilakukan, Dadang menilai intensitas ibadah yang tinggi selama bulan Ramadan ada baiknya dijadikan amalan sehari-hari. Mulai dari puasa sunnah, salat malam, membaca Alquran, beritikaf dan bersedekah.