Temukan Semprotan Tahan Aus, Dosen ITS Terpilih Jadi Finalis European Inventor Award 2022
Redaksi
Kamis, 19 Mei 2022 - 00:05 WIB
Dosen ITS Surabaya Fahmi Mubarok (foto: istimewa)
Kantor Paten Eropa (European Patent Office/EPO) mengumumkan ilmuwan material Indonesia dan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Fahmi Mubarok ST., M.Sc., Ph.D dinominasikan untuk memenangkan European Inventor Award 2022.
Fahmi bersama dengan ahli kimia dan insinyur material Spanyol Nuria Espallargas berhasil menemukan bahan keramik yang tidak memiliki titik leleh meski dipanaskan hingga suhu tinggi. Uniknya, material keramik itu bisa disemprotkan ke komponen teknis atau industri sehingga bisa memperkuat daya tahannya.
Temuan pelapis keramik semprot yang inovatif ini bisa melindungi dari keausan dan paparan bahan kimia. Contohnya, ia dapat diterapkan pada rem mobil, truk atau kereta api dan manufaktur kaca. Tak hanya itu, European Space Agency/Badan Antariksa Eropa akan menguji seberapa baik lapisan tersebut menahan abrasi dari pasir di bulan dan Planet Mars.
"Temuan jenius karya Fahmi Mubarok dan Nuria Espallargas berhasil memecahkan masalah yang diyakini mustahil oleh para ahli di bidangnya. Mereka secara signifikan meningkatkan usia penggunaan dan daya tahan produk industri, sebuah aspek yang penting dalam ekonomi material," tutur Presiden EPO António Campinos, saat mengumumkan finalis European Inventor Award 2022.
Baca Juga:7 Ilmuwan Masuk Islam, Beriman Usai Geluti Penelitian Sains
Fahmi Mubarok dan rekannya Espallargas secara bersama-sama dinobatkan sebagai salah satu dari empat finalis dalam kategori “SME” atau “UKM”, yang mencari para penemu luar biasa di perusahaan kecil dengan kurang dari 250 karyawan dan omset tahunan kurang dari EUR 50 juta. Pemenang Penghargaan Penemu Eropa EPO edisi 2022 akan diumumkan dalam upacara virtual pada 21 Juni.
Penyemprotan Termal Keramik Dianggap Mustahil
Fahmi bersama dengan ahli kimia dan insinyur material Spanyol Nuria Espallargas berhasil menemukan bahan keramik yang tidak memiliki titik leleh meski dipanaskan hingga suhu tinggi. Uniknya, material keramik itu bisa disemprotkan ke komponen teknis atau industri sehingga bisa memperkuat daya tahannya.
Temuan pelapis keramik semprot yang inovatif ini bisa melindungi dari keausan dan paparan bahan kimia. Contohnya, ia dapat diterapkan pada rem mobil, truk atau kereta api dan manufaktur kaca. Tak hanya itu, European Space Agency/Badan Antariksa Eropa akan menguji seberapa baik lapisan tersebut menahan abrasi dari pasir di bulan dan Planet Mars.
"Temuan jenius karya Fahmi Mubarok dan Nuria Espallargas berhasil memecahkan masalah yang diyakini mustahil oleh para ahli di bidangnya. Mereka secara signifikan meningkatkan usia penggunaan dan daya tahan produk industri, sebuah aspek yang penting dalam ekonomi material," tutur Presiden EPO António Campinos, saat mengumumkan finalis European Inventor Award 2022.
Baca Juga:7 Ilmuwan Masuk Islam, Beriman Usai Geluti Penelitian Sains
Fahmi Mubarok dan rekannya Espallargas secara bersama-sama dinobatkan sebagai salah satu dari empat finalis dalam kategori “SME” atau “UKM”, yang mencari para penemu luar biasa di perusahaan kecil dengan kurang dari 250 karyawan dan omset tahunan kurang dari EUR 50 juta. Pemenang Penghargaan Penemu Eropa EPO edisi 2022 akan diumumkan dalam upacara virtual pada 21 Juni.
Penyemprotan Termal Keramik Dianggap Mustahil