Singapura Cekal UAS, Kewibawaan Pemerintah Dipertaruhkan
Fajar adhitya
Sabtu, 21 Mei 2022 - 02:15 WIB
Ustaz Abdul Somad saat menerima gelar Profesor dari Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Dr Haji Norarfan Bin Haji Zainal (Dok Pribadi).
Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Dewan Da'wah menilai pencekalan Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad atau UAS merugikan Indonesia. Penolakan masuk UAS oleh otoritas imigrasi Singapura harus mendapat perhatian serius pemerintah Indonesia.
Ketua Umum PP Pemuda Dewan Da'wah, Dr Dade Misbahul Alam menilai, kasus penolakan UAS mempertaruhkan kewibawaan pemerintah. Tanpa penjelasan atau nota diplomatik yang jelas, kasus ini dapat dianggap sebagai pelecehan secara terang-terangan terhadap UAS maupun pemerintah Indonesia.
"Hal ini berkaitan dengan kewibawaan pemerintah kita di mata Singapura dan rakyat Indonesia sendiri, agar tidak ada lagi warga negara kita yang bisa dengan mudah dan tak berdasar dilecehkan oleh pemerintah negara lain,” kata Dade dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).
Baca Juga:UAS Jawab Tuduhan Ekstremis dari Pemerintah Singapura
Menurut Dade, alasan Singapura menolak kedatangan UAS karena ekstremis tidak berdasar. Dade menekankan, pemerintah harus bersikap tegas untuk minta penjelasan dan menyampaikan protes kepada pemerintah Singapura.
Dilansir Kementerian Luar Negeri, KBRI Indonesia di Singapura telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Singapura. Indonesia menanyakan lebih lanjut alasan penolakan tersebut.
Sementara, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi meminta umat Islam lebih bijak menyikapi pencekalan Ustaz Abdul Somad atau UAS oleh Singapura. Sebaiknya, umat Islam maupun UAS secara khusus bermuhasabah, mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
Ketua Umum PP Pemuda Dewan Da'wah, Dr Dade Misbahul Alam menilai, kasus penolakan UAS mempertaruhkan kewibawaan pemerintah. Tanpa penjelasan atau nota diplomatik yang jelas, kasus ini dapat dianggap sebagai pelecehan secara terang-terangan terhadap UAS maupun pemerintah Indonesia.
"Hal ini berkaitan dengan kewibawaan pemerintah kita di mata Singapura dan rakyat Indonesia sendiri, agar tidak ada lagi warga negara kita yang bisa dengan mudah dan tak berdasar dilecehkan oleh pemerintah negara lain,” kata Dade dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).
Baca Juga:UAS Jawab Tuduhan Ekstremis dari Pemerintah Singapura
Menurut Dade, alasan Singapura menolak kedatangan UAS karena ekstremis tidak berdasar. Dade menekankan, pemerintah harus bersikap tegas untuk minta penjelasan dan menyampaikan protes kepada pemerintah Singapura.
Dilansir Kementerian Luar Negeri, KBRI Indonesia di Singapura telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Singapura. Indonesia menanyakan lebih lanjut alasan penolakan tersebut.
Sementara, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi meminta umat Islam lebih bijak menyikapi pencekalan Ustaz Abdul Somad atau UAS oleh Singapura. Sebaiknya, umat Islam maupun UAS secara khusus bermuhasabah, mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.