Melirik Katering di Madinah, Juru Masak dan Bahan Baku Langsung dari Indonesia
Redaksi
Senin, 23 Mei 2022 - 13:50 WIB
Di Kota Nabi ini, jemaah Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari. Foto: Kemenag Ri.
Ada 13 perusahaan di Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering kepada jemaah haji Indonesia. Di Kota Nabi ini, jemaah Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari. Selama di Madinah, mereka akan menjalani ibadah Arbain (salat berjamaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu).
Hari kelima kunjungan kerja ke Arab Saudi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan layanan katering untuk jemaah haji Indonesia di Madinah. Ia mengunjungi Nooha Catering Service, salah satu penyedia katering yang akan melayani konsumsi jemaah.
“Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” kata di Madinah, dikutip Senin (23/5/2022).
Baca Juga:Sejarah Bir Ali, Tempat Miqat Jemaah Haji sebelum ke Mekkah
Peninjauan dilakukan Yaqut dan tim, juga untuk memastikan sanitasi dapur dalam keadaan bersih. Proses memasak juga menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar kesehatan, termasuk ruang penyimpanan bersih dan bahan yang digunakan juga yang terbaik.
“Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai,” ujar dia.
Kepada jemaah haji Indonesia, ia berpesan untuk disiplin dalam menjaga kondisi fisik. Salah satunya adalah dengan memperbanyak minum serta makan yang cukup. Sebab, menurut prakiraan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi, musim haji tahun ini berlangsung dalam cuaca yang sangat panas.
Hari kelima kunjungan kerja ke Arab Saudi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan layanan katering untuk jemaah haji Indonesia di Madinah. Ia mengunjungi Nooha Catering Service, salah satu penyedia katering yang akan melayani konsumsi jemaah.
“Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” kata di Madinah, dikutip Senin (23/5/2022).
Baca Juga:Sejarah Bir Ali, Tempat Miqat Jemaah Haji sebelum ke Mekkah
Peninjauan dilakukan Yaqut dan tim, juga untuk memastikan sanitasi dapur dalam keadaan bersih. Proses memasak juga menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar kesehatan, termasuk ruang penyimpanan bersih dan bahan yang digunakan juga yang terbaik.
“Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai,” ujar dia.
Kepada jemaah haji Indonesia, ia berpesan untuk disiplin dalam menjaga kondisi fisik. Salah satunya adalah dengan memperbanyak minum serta makan yang cukup. Sebab, menurut prakiraan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi, musim haji tahun ini berlangsung dalam cuaca yang sangat panas.