LANGIT7.ID, Jakarta -
Bir Ali berada di pedesaan yang jaraknya 12 kilometer dari Madinah dan sekitar 437 kilometer dari Mekkah. Tempat ini dulunya bernama Dzulkhulaifah.
Namanya berubah menjadi Bir Ali setelah sahabat Nabi SAW, Ali bin Abi Thalib membuat galian beberapa sumur di kawasan ini.
"Bi'run artinya sumur dan jamaknya Abyar," kata KH Ahmad Chodri Romli dikutip dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah, Seni (23/5/2022).
Tempat itu kemudian ditetapkan sebagai Miqat Makani bagi jemaah dari arah Madinah dan sekitarnya. Lalu dibangun lah masjid besar yang diberi nama Masjid Asy Syajarah.
Baca Juga: 5 Tempat Miqat, Titik Awal Memulai Ibadah bagi Jemaah Haji"Masjid Syajarah atau masjid pohon. Dulu ketika Rasulullah melakukan haji Wada, beliau sempat berteduh di bawah sebatang pohon yang rindang sebelum memulai ihram. Lokasi tumbuhnya pohon itulah yang kemudian berdiri masjid," ujar dia.
Di dalam masjid inilah para jamaah melakukan salat sunah dua rakaat untuk selanjutnya memulai ihram haji atau ihram umrah.
Niat dalam hati dan melafalkan dengan lisan saat akan berangkat menuju Makkah al-mukaromah.
Niat ini kata KH Chodri boleh diucapkan sendiri-sendiri setelah salat sunnah Ihram dan bisa juga bersama-sama jamaah yang lain di bawah bimbingan Muzawwir (guide).
"Jangan sampai melewati miqat sebelum berniat ihram, sebab konsekuensinya harus kembali ke mengikat atau membayar Dam (denda)," ujarnya.
(bal)