Muslimah Asal Denmark Ciptakan Cincin untuk Katup Jantung Bocor
Muhajirin
Senin, 23 Mei 2022 - 16:20 WIB
Mariam Noor, muslimah penemu cincin untuk katup jantung bocor (foto: ingonioer.au.dk)
Mariam Abdi Noor, mahasiswi PhD di Departemen Teknik Elektro dan Komputer di Aarhus Univesity Denmark, berhasil menciptakan cincin katup jantung bocor. Katup jantung bocor atau insufisiensi aorta merupakan kondisi di mana katup antara sisi kiri jantung dan arteri utama tidak dapat menutup secara penuh.
Penyakit tersebut memiliki tingkat keparahan beragam, di antaranya disebabkan malformasi kongenital atau pengapuran. Ketika katup aorta bocor, sebagian darah kembali ke jantung, yang berarti jantung harus bekerja lebih keras. Akibat paling fatal, kondisi tersebut bisa menyebabkan gagal jantung.
Ahli medis biasanya mengobati penyakit itu dengan memperbaiki katup jantung yang sakit dan menggantinya dengan katup buatan. Cara tersebut menyebabkan risiko komplikasi. Maka itu, para insinyur di Universitas Aarhus telah bekerjasama beberapa tahun untuk mengembangkan teknologi bedah baru untuk pasien jantung.
Baca Juga:Temukan Semprotan Tahan Aus, Dosen ITS Terpilih Jadi Finalis European Inventor Award 2022
"Katup jantung prostetik adalah bentuk perawatan yang efektif, tetapi juga merupakan prosedur bedah yang relatif rumit yang membawa sejumlah risiko dan komplikasi dalam jangka panjang. Sekarang kami telah menemukan solusi yang dapat mempermudah perawatan pasien, " kata Mariam Noor, dikutip laman resmi Aarhus University, Senin (23/5/2022).
Cincin yang diciptakan Mariam mencegah darah kembali ke jantung. Dia menghabiskan 3 tahun terakhir merancang dan mengembangkan cincin itu. Penemuan tersebut memungkinkan memberi dampak besar dalam dunia operasi.
"Daripada mengganti katup yang rusak, konsep perawatan saya adalah memasukkannya ke dalam arteri utama sehingga mencegah darah kembali ke jantung. Saya telah mengembangkan jenis cincin baru yang mengencangkan di sekitar akar aorta untuk mencegah hal ini," dia mengatakan.
Penyakit tersebut memiliki tingkat keparahan beragam, di antaranya disebabkan malformasi kongenital atau pengapuran. Ketika katup aorta bocor, sebagian darah kembali ke jantung, yang berarti jantung harus bekerja lebih keras. Akibat paling fatal, kondisi tersebut bisa menyebabkan gagal jantung.
Ahli medis biasanya mengobati penyakit itu dengan memperbaiki katup jantung yang sakit dan menggantinya dengan katup buatan. Cara tersebut menyebabkan risiko komplikasi. Maka itu, para insinyur di Universitas Aarhus telah bekerjasama beberapa tahun untuk mengembangkan teknologi bedah baru untuk pasien jantung.
Baca Juga:Temukan Semprotan Tahan Aus, Dosen ITS Terpilih Jadi Finalis European Inventor Award 2022
"Katup jantung prostetik adalah bentuk perawatan yang efektif, tetapi juga merupakan prosedur bedah yang relatif rumit yang membawa sejumlah risiko dan komplikasi dalam jangka panjang. Sekarang kami telah menemukan solusi yang dapat mempermudah perawatan pasien, " kata Mariam Noor, dikutip laman resmi Aarhus University, Senin (23/5/2022).
Cincin yang diciptakan Mariam mencegah darah kembali ke jantung. Dia menghabiskan 3 tahun terakhir merancang dan mengembangkan cincin itu. Penemuan tersebut memungkinkan memberi dampak besar dalam dunia operasi.
"Daripada mengganti katup yang rusak, konsep perawatan saya adalah memasukkannya ke dalam arteri utama sehingga mencegah darah kembali ke jantung. Saya telah mengembangkan jenis cincin baru yang mengencangkan di sekitar akar aorta untuk mencegah hal ini," dia mengatakan.