Jaga Kesehatan Mentalmu, Agar Tak Sedikit-sedikit Healing
Redaksi
Senin, 23 Mei 2022 - 18:01 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Kata healing kerap digunakan oleh anak muda mulai dari milenial hingga gen z untuk refreshing atau melepas penat setelah menjalani pekerjaan atau tanggung jawab yang menumpuk.
Menurut Guru Besar Universitas Indonesia, Prof Rhenald Kasali, kata healing cenderung banyak disalahartikan penggunannya. Jalan-jalan ke Bali, ke Puncak hingga ke berbagai objek wisata kini sering disebut sebagai healing. Padahal,healing menurut Prof Rhenald Kasali adalah pemulihan atau penyembuhan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengalami depresi atau penyakit tekanan mental.
Senada dengan Rhenald Kasali, Dosen Psikologi UNAIR Affif Kurniawan, menyebut kegiatan healingjustru lebih terkesan seperti justifikasi untuk menghindari tugas atau permasalahan. Ini adalah sebuah bentuk ketidakmampuan seseorang dalam menerima kenyataan.
Baca Juga:Self Healing Terbaik: Dengan Mengingat Allah, Hati Jadi Tenang
“Kita menyegarkan pikiran kita tanpa memikirkan bagaimana cara me-manage tugas atau permasalahan nantinya. Hasilnya bukannya terselesaikan justru kita malah menghadapi permasalahan yang semakin banyak,” kata Afif, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (23/5/2022).
Healing adalah mekanisme yang diperlukan oleh penderita gangguan mental dan bukan sekadar refreshing. Ada empat ciri orang mengalami gangguan kesehatan mental, yakni disability, dysfunction, distress, dan discomfort. Ciri tersebut perlu didiagnosis oleh ahli kesehatan jiwa dan tidak bisa didiagnosis sendiri.
Kendati demikian, ada beberapa tips bagi milenial atau gen z agar tidak mudah stress dan kesehatan mental tetap terjaga. Sehingga tak perlu sedikit-sedikit healing berkedok refreshing.
Menurut Guru Besar Universitas Indonesia, Prof Rhenald Kasali, kata healing cenderung banyak disalahartikan penggunannya. Jalan-jalan ke Bali, ke Puncak hingga ke berbagai objek wisata kini sering disebut sebagai healing. Padahal,healing menurut Prof Rhenald Kasali adalah pemulihan atau penyembuhan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengalami depresi atau penyakit tekanan mental.
Senada dengan Rhenald Kasali, Dosen Psikologi UNAIR Affif Kurniawan, menyebut kegiatan healingjustru lebih terkesan seperti justifikasi untuk menghindari tugas atau permasalahan. Ini adalah sebuah bentuk ketidakmampuan seseorang dalam menerima kenyataan.
Baca Juga:Self Healing Terbaik: Dengan Mengingat Allah, Hati Jadi Tenang
“Kita menyegarkan pikiran kita tanpa memikirkan bagaimana cara me-manage tugas atau permasalahan nantinya. Hasilnya bukannya terselesaikan justru kita malah menghadapi permasalahan yang semakin banyak,” kata Afif, dikutip dari laman resmi Unair, Senin (23/5/2022).
Healing adalah mekanisme yang diperlukan oleh penderita gangguan mental dan bukan sekadar refreshing. Ada empat ciri orang mengalami gangguan kesehatan mental, yakni disability, dysfunction, distress, dan discomfort. Ciri tersebut perlu didiagnosis oleh ahli kesehatan jiwa dan tidak bisa didiagnosis sendiri.
Kendati demikian, ada beberapa tips bagi milenial atau gen z agar tidak mudah stress dan kesehatan mental tetap terjaga. Sehingga tak perlu sedikit-sedikit healing berkedok refreshing.