LANGIT7.ID-, Jakarta - - Politikus sekaligus akademisi
Atalia Praratya mengecam
lagu berbahasa Sunda berjudul
"Lalaki Langit, Lalanang Bejat" yang dinilai merendahkan perempuan dan memperkuat
narasi patriarki.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Atalia mengaku tidak menemukan
pesan positif yang mengangkat martabat perempuan.
Baca juga: Momen Haru Atalia Praratya Badal Haji untuk Mendiang Eril: Semoga Hajimu Mabrur"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia.
Ia pun mempertanyakan alasan dipilihnya narasi tersebut. Padahal, menurut Atalia,
bahasa Sunda memiliki kekayaan diksi yang indah dan sarat nilai kehidupan.
"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah. Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan. Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih?" lanjutnya.
Dalam pandangan Atalia, budaya Sunda dibangun di atas nilai-nilai luhur yang mengedepankan kasih sayang, pendidikan, pengasuhan, serta saling memuliakan.
"Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," tulisnya.
Atalia menilai persoalan tersebut menjadi semakin serius karena lagu itu merupakan karya seorang kepala daerah. Diketahui, lagu yang dianggap tidak mencerminkan penghormatan terhadap perempuan itu dibuat oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Baca juga: Hak Asuh Anak Usai Atalia dan Ridwan Kamil Resmi BerceraiTerkait itu, Atalia mengatakan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan karya maupun komunikasi yang menghormati martabat perempuan.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?" tulis Atalia seraya mengakhiri unggahannya dengan kalimat, "Saya perempuan."
(est)