LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ungkapan
Insya Allah yang selama ini identik pada
umat Islam kini semakin diterima dalam percakapan bahkan pemberitaan berbahasa Inggris. Sejumlah nama besar seperti aktris
Anne Hathaway, Sting, hingga
Lindsay Lohan menjadi contoh di mana kata
Insya Allah telah masuk dalam bahasa sehari-hari.
Analisis yang dilakukan media Uni Emirat Arab (UEA), The National pada basis data berita global GDELT menemukan bahwa penyebutan kata
Insya Allah di media berbahasa Inggris meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 2017.
Jika sebelumnya istilah tersebut lebih banyak muncul dalam konteks
budaya Timur Tengah atau Islam, kini penggunaannya meluas ke berbagai topik tanpa disertai penjelasan arti katanya.
Baca juga: Anne Hathaway Jadi Sorotan Usai Ucap Insya Allah dalam WawancaraSalah satu momen yang menarik perhatian publik terjadi ketika aktris Hollywood Anne Hathaway mengucapkan kata
insya Allah dengan santai dalam sebuah wawancara. Potongan video tersebut kemudian viral di media sosial dan ditonton jutaan kali.
Ini menjadi bukti bahwa istilah tersebut semakin dikenal oleh masyarakat internasional. Namun, tren ini sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun.
Data
Google Trends juga menunjukkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap istilah tersebut terus meningkat. Dalam lima tahun terakhir, pencarian tentang arti
insya Allah naik sekitar 130 persen. Sementara pencarian dengan kata kunci "translate inshallah from Arabic" melonjak lebih dari 700 persen.
Selain itu, pencarian mengenai perbedaan antara
masya Allah dan
insya Allah bahkan meningkat hingga sekitar 1.800 persen. Hal ini menandakan ketertarikan masyarakat Barat akan ungkapan-ungkapan Arab yang lazim digunakan umat Islam.
Lonjakan pertama penggunaan kata
insya Allah di media Barat terjadi pada 2017 melalui aktris Lindsay Lohan yang mengunggah kata tersebut di akun Instagram pribadinya. Saat itu, unggahan tersebut memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan dirinya memeluk Islam.
Baca juga: Viral Ucapan “Insya Allah” Anne Hathaway, Ini Makna Sebenarnya dalam IslamDua tahun kemudian, penggunaan istilah tersebut kembali meningkat seiring terpilihnya Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai dua perempuan Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres Amerika Serikat.
Kehadiran keduanya membuat istilah-istilah Arab dan Islam semakin sering muncul dalam pemberitaan politik Amerika.
Pada 2020, frekuensi penyebutan insya Allah kembali melonjak setelah ledakan besar di Pelabuhan Beirut menjadi sorotan dunia. Beberapa pekan kemudian, Presiden Amerika Serikat saat itu, Joe Biden, juga mengucapkan kata tersebut dalam debat presiden melawan Donald Trump, sehingga memicu gelombang pemberitaan baru di media Amerika.
Popularitas kata insya Allah semakin meningkat setelah pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.
Banyak masyarakat Barat mengikuti kabar dari jurnalis, relawan, hingga warga Gaza melalui media sosial, sehingga ungkapan-ungkapan Arab menjadi semakin familiar.
Selain
Insya Allah, beberapa kosakata Arab lainnya juga mulai masuk ke percakapan sehari-hari masyarakat Barat. Kata habibi yang berarti "kekasih" atau "sayang" serta masya Allah yang diucapkan sebagai ungkapan kekaguman kini semakin sering digunakan, baik di media sosial maupun industri hiburan.
Album terbaru musisi Drake yang berjudul
Habibti menjadi salah satu contoh bagaimana kosakata Arab semakin diterima dalam budaya populer global. (Sumber: The National)
(est)