Ubah Sebelum Terlambat, Perilaku Ini Picu Risiko Kanker
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 25 Mei 2022 - 14:37 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian. Istilah kanker diperuntukkan guna mengelompokkan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol.
Pertumbuhan sel tersebut awalnya terjadi di bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan mampu menembus serta menghancurkan jaringan tubuh normal.
Baca juga: Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut dengan Waspadai 3 Gejala Ini
Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah dr. Aldrin Neilwan mengatakan ada dua bagian besar yang menjadi faktor risiko terjadinya kanker, yakni genetik (tidak dapat dimodifikasi) dan sporadik (dapat dimodifikasi).
"Genetik itu jauh lebih kecil, tidak bisa diubah. Kurang lebih 5 hingga 10 persen. Sedangkan yang sifatnya sporadik mencapai 90 hingga 95 persen. Sebab sporadik ada karena faktor perilaku," ujar dr. Aldrin dalam acara bertajuk "Sadari Sadanis dan Sistim Rujukan Untuk Kanker Payudara Stadium Dini," Rabu (25/5/2022).
Lantas, faktor perilaku seperti apa yang sangat berperan dalam risiko kanker?
Menurut dr Aldrin, paparan zat karsionogenik atau kimia yang didapat dari logam berat dan pestisida, jadi salah satu faktor penentu risiko. Lainnya adalah bahan tambahan pangan seperti borax dan formalin, juga pewarna, pemanis, perasa, dan pengawet (4P).
Pertumbuhan sel tersebut awalnya terjadi di bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan mampu menembus serta menghancurkan jaringan tubuh normal.
Baca juga: Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut dengan Waspadai 3 Gejala Ini
Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah dr. Aldrin Neilwan mengatakan ada dua bagian besar yang menjadi faktor risiko terjadinya kanker, yakni genetik (tidak dapat dimodifikasi) dan sporadik (dapat dimodifikasi).
"Genetik itu jauh lebih kecil, tidak bisa diubah. Kurang lebih 5 hingga 10 persen. Sedangkan yang sifatnya sporadik mencapai 90 hingga 95 persen. Sebab sporadik ada karena faktor perilaku," ujar dr. Aldrin dalam acara bertajuk "Sadari Sadanis dan Sistim Rujukan Untuk Kanker Payudara Stadium Dini," Rabu (25/5/2022).
Lantas, faktor perilaku seperti apa yang sangat berperan dalam risiko kanker?
Menurut dr Aldrin, paparan zat karsionogenik atau kimia yang didapat dari logam berat dan pestisida, jadi salah satu faktor penentu risiko. Lainnya adalah bahan tambahan pangan seperti borax dan formalin, juga pewarna, pemanis, perasa, dan pengawet (4P).