LANGIT7.ID - , Jakarta - Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020, jumlah kasus kanker bibir dan rongga mulut di dunia mencapai 377 ribu dengan angka kematian 177 ribu jiwa. Fakta tersebut menempatkan kanker rongga mulut menjadi salah satu kanker yang patut diwaspadai.
Dokter spesialis bedah mulut, drg. Didit Istadi, Sp.BM, mengatakan ada sejumlah gejala atau tanda dari kanker rongga mulut yang perlu diketahui. Dengan mengetahui sejak awal, maka kita bisa mendeteksi dini yang bisa meningkatkan probabilitas kesembuhan.
Baca juga: Berbagi Tips Penyintas Kanker Payudara untuk Deteksi DiniMenurut drg Didit, gejala pertama kanker rongga mulut adalah rasa perih yang dialami pada rongga mulut berlangsung lama. Namun, ia menambahkan, kondisi tersebut berbeda dengan sariawan yang umumnya rasa perih bisa hilang dalam 2-3 hari.
Berbeda dengan kanker rongga mulut, di mana rasa perih tidak hilang dalam hitungan hari.
"Kedua, juga berbeda dari sariawan yang lukanya dapat hilang setelah 2 minggu, luka kanker rongga mulut tidak akan hilang dengan sendirinya. Artinya, jika Anda menemukan luka yang tidak sembuh setelah 2 minggu, Anda dapat mencurigai hal tersebut sebagai kanker rongga mulut," kata drg Didit dalam talkshow ‘Painah & Paini: Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut’ yang disiarkan melalui kanal Youtube Rumah Sakit Akademik UGM, dikutip Sabtu (23/4/2022).
Kemudian, gejala ketiga adalah kanker rongga mulut mempunyai ciri tidak bisa diobati dengan obat-obatan biasa.
“Ciri khas yang ketiga adalah tidak bisa diobati dengan obat, tidak bisa diobati dengan atibiotik, tidak bisa dikurangi sakitnya dengan pengurang sakit,” tutur drg. Didit.
Karena itu untuk mewaspadai kanker rongga mulut tersebut, drg. Didit berpesan untuk mengawasi dan mencurigai kejadian yang terjadi pada mulut kita.
"Langsung konsultasi ke dokter jika menemukan kejanggalan. Di samping itu, guna mencegah dari penyakit tersebut, kita diharapkan untuk terus memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan terus mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, serta istirahat yang cukup," jelasnya.
Baca juga: Cegah Terjadinya Limfedema, Ini Saran dari Dokter KankerDia pun mengingatkan untuk rutin berkaca untuk melihat kondisi mulut. Selain itu, lakukan perabaan apakah ada perubahan warna, rasa, atau benjolan.
"Kemudian pas tidak puasa makanlah makanan yang bergizi, olahraga, serta istirahat cukup yang merupakan arah-arah ke menjaga kekebalan tubuh,” pungkas drg. Didit.
(est)