Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 08 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Inspiratif, Wanita Ini Bantu Penyintas Kanker Lewat Prostesis Payudara Hasil Rajutan

lusi mahgriefie Jum'at, 21 November 2025 - 12:07 WIB
Kisah Inspiratif, Wanita Ini Bantu Penyintas Kanker Lewat Prostesis Payudara Hasil Rajutan
Mary Mwangi, penyintas kanker asal Kenya yang berhasil membantu sesama penyintas dengan menciptakan Prostesis Payudara rajut. Sumber: Aljazeera
LANGIT7.ID-, Kenya - Kisah inspiratif dari seorang wanita asal Kenya, Mary Mwangi mampu membangkitkan semangat hidup bagi banyak orang. Mwagi terserang kanker dua kali dalam hidupnya, nyaris putus asa namun akhirnya Ia bangkit dan justru memberi manfaat bagi penyintas kanker lainnya melalui karya rajut.

Keseharian Mwagi sebelum didiagnosa kanker yakni mengelola toko jahit di kota Thika, Kabupaten Kiambu, Kenya. Namun pada tahun 2017 dia didiagnosis menderita kanker tulang belakang. Ia terpaksa berbaring di tempat tidur selama 11 bulan setelah menjalani perawatan kanker.

Karena terkurung di rumah dan ingin mengisi waktu, ia memutuskan untuk merajut topi, yang akhirnya ia sumbangkan kepada pasien kanker di Rumah Sakit Nasional Kenyatta.

Kemudian tahun berikutnya, 2018, dunianya terguncang ketika ia didiagnosis lagi, kali ini dengan kanker payudarakanker payudara stadium tiga.

"Saya merasa seperti kiamat ketika diagnosis itu keluar," kata ibu tiga anak berusia 52 tahun ini, melansir AlJazeera, Jumat (21/11/2025).

Begitu berat kenyataan yang ia harus hadapi, Mwagi pun mengisolasi diri dari teman dan keluarga bahkan mematikan ponselnya. "Saya memberi tahu suami saya bahwa saya tidak ingin berinteraksi dengan siapa pun, dunia terasa begitu kejam," kenangnya.

Baca juga: Kisah Inspiratif Tiga Warga Spanyol Naik Haji Menunggang Kuda Menuju Mekkah Dengan Ribuan Kilo

Selanjutnya, Mwangi harus menjalani mastektomi yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh payudara, dan menjalani 33 sesi radioterapi. Secara keseluruhan, ia menjalani perawatan selama empat tahun, kehilangan rambut dan tabungannya.

"Saya telah mengambil pinjaman sebesar 1,3 juta shilling Kenya (sekira Rp167.368.000) untuk mengembangkan usaha saya sebagai penjahit, dan semuanya lenyap karena pengobatan. Belum lagi diskriminasi sosial juga menambah kehancuran fisik dan finansial yang saya alami," keluhnya.

Meskipun mastektomi telah menyelamatkan hidup Mwagi, hal itu menimbulkan stigma di komunitasnya di Kenya tengah, sekitar 40 km (24,8 mil) di timur laut ibu kota Nairobi. "Orang-orang menyebut saya sebagai perempuan yang payudaranya dibedah," kata Mwangi, yang dinyatakan bebas kanker pada tahun 2020. "Kehilangan payudara itu memengaruhi harga diri Anda."

Muncul Ide Membuat Prostesis Payudara Rajutan

Namun begitu, Ia segera menyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang merasakan hal tersebut melainkan ada banyak orang lainnya. Hal ini disadari Mwagi saat berada di bangsal kanker rumah sakit setempat, ia memperhatikan perempuan lain menyembunyikan dada mereka di balik syal besar dan pakaian longgar. Ketika ia berbicara dengan mereka, ia mengetahui bahwa mereka juga telah menjalani mastektomi.

Meskipun ada beberapa kelompok pendukung penyintas kanker di Kenya yang menawarkan layanan skrining dan konseling, beberapa di antaranya gratis, para ahli mengatakan sistem kesehatan masyarakat seringkali kekurangan layanan onkologi dan perawatan lanjutan yang memadai, sehingga banyak penyintas harus menjalani pemulihan sendiri.

Mwagi pun bertekad membantu orang lain seperti dirinya dan Ia memikirkan apa yang membantunya melewati penyakitnya? jawabannya merajut, yang juga merupakan hobinya sejak masih anak-anak.

Kemudian ia menemukan ide untuk mendukung para penyintas sambil menghasilkan uang yaitu prostesis payudara rajutan yang terbuat dari benang katun warna-warni.

Baca juga: Kisah Inspiratif Rasul Amin, Qari Asal Makassar yang Berhasil Jadi Imam Masjid di Amerika

Di sebuah kelompok pendukung kanker yang ia ikuti saat sakit, salah satu sesi mengajarkan para peserta untuk membuat prostesis payudara dari benang. Mwangi mempelajari dasar-dasarnya dari sana dan kemudian menonton tutorial di YouTube sebelum ia mulai berlatih untuk menyempurnakan keahliannya.

"Terima kasih Tuhan dengan merajut ini menjadi terapi sederhana yang sangat membantu saya," ujarnya.

Mwangi memproduksi sekira 50 buah per minggu, dan hingga saat ini telah menjual sekitar 600 prostesis payudara, serta lebih dari 450 topi rajut untuk pasien kanker.

Ia menjual produknya secara tunai di tokonya, tetapi juga dalam jumlah besar ke berbagai organisasi yang bermitra dengannya, seperti Milele Health, Rumah Sakit Nasional Kenyatta, dan Childhood Cancer Initiative, yang kemudian menyumbangkannya kepada para penyintas.

Hal ini membantunya membangun kembali bisnisnya, sekaligus terus membantu mereka yang membutuhkan.

Mwangi juga berupaya membantu melalui kelompok pendukung New Dawn Cancer Warriors yang dipimpinnya, yang mempertemukan para penyintas untuk berbagi kisah.

Ia menceritakan hari ketika seorang penyintas berusia 33 tahun bernama Jane bergabung dengan kelompok tersebut. Awalnya ia duduk di belakang ruangan, terlalu gugup untuk berbicara.

Ketika Mwangi berbicara dengannya secara pribadi, ia menyadari bahwa kepercayaan dirinya telah menurun sejak menjalani mastektomi. Maka, ia menyemangatinya, menyadarkannya bahwa kehilangan payudara tidak merendahkan nilai seorang perempuan, dan juga menyumbangkan prostesis rajutan untuk membantunya.

"Impian saya adalah melatih sebanyak mungkin penyintas kanker di Kenya," ujarnya. Ia ingin mereka semua memiliki bisnis mandiri suatu hari nanti, sehingga semoga mereka juga bisa mencari nafkah lewat merajut. (*/lsi/aljazeera)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 08 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)