Wamenag Dorong Dai Parmusi Manfaatkan Medsos untuk Dakwah
Redaksi
Senin, 30 Mei 2022 - 14:00 WIB
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid dalam kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II PARMUSI di Jakarta. Foto: Istimewa.
Dalam mencapai tujuan dan hasil dakwah yang optimal, peran organisasi dan tenaga dakwah (dai/daiyah) yang terdidik, terlatih, dan istiqamah sangat diperlukan. Ini disamping pengembangan materi dakwah, sarana, dan media yang kontekstual dengan perkembangan masyarakat.
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid dalam kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II PARMUSI di Jakarta. Zainut memesankan bahwa dakwah Islamiyah harus dilakukan secara sistematis, metodologis, persuasif, dan tidak secara sporadis.
“Sekarang berada di era digital, para dai dan daiyah harus terampil menggunakan media sosial (medsos) dan memanfaatkannya untuk kemajuan dan keluasan jangkauan dakwah,” kata Zainut dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (30/5/2022).
Baca Juga:Wamenag Dorong PTKN Hadirkan Perpustakaan Berbasis Digital
Wamenag mengapresiasi peran yang selama ini dilakukan Parmusi dan ormas Islam lainnya yang bergerak di bidang sosial-ekonomi dan dakwah. Isu kemiskinan dan penguatan akidah umat perlu mendapat perhatian serius dari organisasi Islam melalui dakwah yang menyejukkan dan membebaskan umat dari kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan.
“Ormas-ormas Islam di tanah air diharapkan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program Kementerian Agama, baik dalam pengarusutamaan moderasi beragama maupun pengembangan pendidikan Islam," tutur dia.
Ia mendorong ormas Islam semakin solid dan membangun masyarakat Islam secara lebih terarah dan terukur. Sinergi ini juga meniscayakan adanya komunikasi yang baik, saling mendekati dan sambung rasa.
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid dalam kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II PARMUSI di Jakarta. Zainut memesankan bahwa dakwah Islamiyah harus dilakukan secara sistematis, metodologis, persuasif, dan tidak secara sporadis.
“Sekarang berada di era digital, para dai dan daiyah harus terampil menggunakan media sosial (medsos) dan memanfaatkannya untuk kemajuan dan keluasan jangkauan dakwah,” kata Zainut dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (30/5/2022).
Baca Juga:Wamenag Dorong PTKN Hadirkan Perpustakaan Berbasis Digital
Wamenag mengapresiasi peran yang selama ini dilakukan Parmusi dan ormas Islam lainnya yang bergerak di bidang sosial-ekonomi dan dakwah. Isu kemiskinan dan penguatan akidah umat perlu mendapat perhatian serius dari organisasi Islam melalui dakwah yang menyejukkan dan membebaskan umat dari kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan.
“Ormas-ormas Islam di tanah air diharapkan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program Kementerian Agama, baik dalam pengarusutamaan moderasi beragama maupun pengembangan pendidikan Islam," tutur dia.
Ia mendorong ormas Islam semakin solid dan membangun masyarakat Islam secara lebih terarah dan terukur. Sinergi ini juga meniscayakan adanya komunikasi yang baik, saling mendekati dan sambung rasa.