LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam mencapai tujuan dan hasil dakwah yang optimal, peran organisasi dan tenaga dakwah (dai/daiyah) yang terdidik, terlatih, dan istiqamah sangat diperlukan. Ini disamping pengembangan materi dakwah, sarana, dan media yang kontekstual dengan perkembangan masyarakat.
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid dalam kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II PARMUSI di Jakarta. Zainut memesankan bahwa dakwah Islamiyah harus dilakukan secara sistematis, metodologis, persuasif, dan tidak secara sporadis.
“Sekarang berada di era digital, para dai dan daiyah harus terampil menggunakan media sosial (medsos) dan memanfaatkannya untuk kemajuan dan keluasan jangkauan dakwah,” kata Zainut dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (30/5/2022).
Baca Juga: Wamenag Dorong PTKN Hadirkan Perpustakaan Berbasis DigitalWamenag mengapresiasi peran yang selama ini dilakukan Parmusi dan ormas Islam lainnya yang bergerak di bidang sosial-ekonomi dan dakwah. Isu kemiskinan dan penguatan akidah umat perlu mendapat perhatian serius dari organisasi Islam melalui dakwah yang menyejukkan dan membebaskan umat dari kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan.
“Ormas-ormas Islam di tanah air diharapkan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program Kementerian Agama, baik dalam pengarusutamaan moderasi beragama maupun pengembangan pendidikan Islam," tutur dia.
Ia mendorong ormas Islam semakin solid dan membangun masyarakat Islam secara lebih terarah dan terukur. Sinergi ini juga meniscayakan adanya komunikasi yang baik, saling mendekati dan sambung rasa.
“Saya kira bukan saatnya lagi kita berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah sangat terbuka terhadap kritik yang membangun, karena itu adalah bagian dari demokrasi dan pembangunan negara yang berkeadaban sejalan dengan nilai-nilai Islam yang washatiyah,” ujarnya.
Baca Juga: Gus Baha: Semua Hukum Ada dalam Al-Quran, Meski Tidak TekstualDalam kesempatan tersebut, Wamenag mengutip petuah ulama besar Buya Hamka, tentang semangat dakwah. “
Dakwah itu membina bukan menghina, dakwah itu mendidik bukan membidik, dakwah itu mengobati bukan melukai, dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan, dakwah itu saling menguatkan bukan saling melemahkan, dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu menyejukkan bukan memojokkan, dakwah itu mengajar bukan menghajar, dakwah itu saling belajar bukan bertengkar, dan dakwah itu menasihati bukan mencaci maki,”.
Wamenag menyambut baik terbentuknya Daiyah Parmusi sebagai organisasi sayap baru dari Parmusi. Wamenag berharap terbentuknya Daiyah Parmusi menjadikan tugas dakwah bisa berjalan lebih baik dan tepat pada sasarannya.
“Dakwah merupakan jawaban umat Islam terhadap situasi kekinian dan antisipasi masa depan,” katanya.
Turut hadir, Ketua Umum DPP Parmusi, Ustaz Usamah Hisyam, Ketua Majelis Syariah Parmusi KH Raodl Bahar Bakry, Ketua Umum Daiyah Parmusi Ibu HJ Fahira Idris serta peserta Mukernas dan keluarga besar Parmusi.
Baca Juga: Islam Melarang Membicarakan Keburukan Orang yang Sudah MeninggalBaca Juga: Jelang Timnas Indonesia U-19 vs Venezuela: Pemain Venezuela Miliki Banyak Kelebihan(zhd)