LANGIT7.ID, Jakarta - Islam melarang seseorang untuk membicarakan orang lain dengan hal yang tidak disenangi si mayit semasa hidup. Baik berkaitan dengan kekurangan fisik, akhlak, agama, dan lain sebagainya.
Bahkan, Allah menjanjikan ampunan bagi seorang muslim yang menutupi aib orang yang sudah meninggal. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memandikan mayat (jenazah), lalu merahasiakan cacat tubuhnya, maka Allah memberi ampun baginya empat puluh kali." (HR Hakim).
Orang yang terlanjur menggunjing orang yang sudah meninggal dunia dianjurkan segera bertaubat. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah,
Buya Yahya, mengatakan, mengungkit aib orang meninggal tergolong dalam dosa besar dan menghabiskan pahala.
Baca Juga: Bagaimana Hukum dan Ketentuan Memandikan Jenazah?
Buya Yahya mengatakan, ada cara taubat tersendiri dari dosa menggunjingkan orang lain, termasuk orang yang sudah meninggal. "Cukup cara taubatnya enggak usah kita ngomong ke sana (orang yang pernah digunjingkan), tambah nyakti nanti," jelas Buya Yahya.
Selanjutnya, orang yang bertaubat harus melakukan dua hal. Pertama, beristighfar untuk orang yang pernah digunjingkan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. "Allahummaghfirli wa lahu (Ya Allah ampuni dosaku dan dosanya)," tutur Buya Yahya.
Kedua, sebutkan kebaikan orang yang digunjingkan di tempat kita pernah menyebut kejelakannya. Selain itu, ketika mendengar ada yang hendak mengungkit aib atau kejelakannya, kita harus langsung menutupi dengan mengatakan kebaikannya.
Baca Juga: Hukum Shalat Jenazah Orang yang Semasa Hidup Enggan Beribadah
Jika orang yang pernah digunjingkan sudah meninggal, cara taubatnya sama. Yakni dengan melakukan dua cara di atas. "Itu cara taubat kita," tutur
Buya Yahya.(jqf)