Pasuruan Terima Penghargaan Sebagai Kabupaten Bebas Frambusia
Hasanah syakim
Selasa, 31 Mei 2022 - 17:44 WIB
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menerima penghargaan dari Kemenkes (foto: pasuruan.gov.id)
Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai Kabupaten Bebas Frambusia atau penyakit kulit menular.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Moworuntu, kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.
"Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan dari kementerian Kesehatan sebagai kabupaten bebas frambusia dalam lima tahun," kata Bupati Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf dalam acara Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2022, di Hall Mandalika Sirkuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (31/5/2022).
Baca Juga:MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK
Menurut Irsyad Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan melakukan berbagai program dalam menggerakkan masyarakat agar tetep melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga daerahnya bisa menciptakan daerah bebas frambusia.
Perilaku hidup bersih dan sehat tersebut mencakup semuanya mulai dari menjaga kebersihan makanan dan minuman, peralatan yang dipakai setiap hari, pakaian hingga kebersiahan lingkungan sekitar.
"Begitu pula dengan frambusia yang bisa dicegah dengan cara melaksanakan PHBS secara baik dan benar," ujar Irsyad.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Moworuntu, kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.
"Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan dari kementerian Kesehatan sebagai kabupaten bebas frambusia dalam lima tahun," kata Bupati Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf dalam acara Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2022, di Hall Mandalika Sirkuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (31/5/2022).
Baca Juga:MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK
Menurut Irsyad Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan melakukan berbagai program dalam menggerakkan masyarakat agar tetep melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga daerahnya bisa menciptakan daerah bebas frambusia.
Perilaku hidup bersih dan sehat tersebut mencakup semuanya mulai dari menjaga kebersihan makanan dan minuman, peralatan yang dipakai setiap hari, pakaian hingga kebersiahan lingkungan sekitar.
"Begitu pula dengan frambusia yang bisa dicegah dengan cara melaksanakan PHBS secara baik dan benar," ujar Irsyad.