Kota Bern Diprediksi Hujan Badai, Pencarian Eril Terkendala Cuaca
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 01 Juni 2022 - 11:12 WIB
Pihak keluarga Eril melakukan pencarian mandiri dengan menyusuri bantaran Sungai Aare. Foto: KBRI Bern
Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/5/2022), beberapa hari ke depan akan terkendala cuaca.
Hal tersebut disampaikan KBRI Bern, di mana menurut perkiraan kondisi cuaca di Kota Bern beberapa hari ke depan diprediksi hujan disertai badai di area pegunungan.
Baca juga: Eril Hilang di Sungai Aare, Keluarga Ikut Pencarian Setiap Hari
"Menurut perkiraan, kondisi cuaca di kota Bern pada beberapa hari ke depan diprediksi akan hujan, dengan badai di area pegunungan. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi air di Sungai Aare," seperti dikutip dari akun Twitter terverifikasi @jabarprovgoid, Rabu (1/5/2022).
Terkait hal tersebut, keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tak menentu.
Baca juga: Pencarian Eril Berlanjut, Pihak Keluarga Ikhlas Atas Semua Takdir
Meski begitu, Polisi Maritim Bern akan melanjutkan pencarian intensif besok hari dengan metode yang sama dengan sebelumnya, yaitu dengan patroli darat, perahu, dan drone.
Hal tersebut disampaikan KBRI Bern, di mana menurut perkiraan kondisi cuaca di Kota Bern beberapa hari ke depan diprediksi hujan disertai badai di area pegunungan.
Baca juga: Eril Hilang di Sungai Aare, Keluarga Ikut Pencarian Setiap Hari
"Menurut perkiraan, kondisi cuaca di kota Bern pada beberapa hari ke depan diprediksi akan hujan, dengan badai di area pegunungan. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi air di Sungai Aare," seperti dikutip dari akun Twitter terverifikasi @jabarprovgoid, Rabu (1/5/2022).
Terkait hal tersebut, keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tak menentu.
Baca juga: Pencarian Eril Berlanjut, Pihak Keluarga Ikhlas Atas Semua Takdir
Meski begitu, Polisi Maritim Bern akan melanjutkan pencarian intensif besok hari dengan metode yang sama dengan sebelumnya, yaitu dengan patroli darat, perahu, dan drone.