LANGIT7.ID - , Jakarta - Pencarian
Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang hilang di
Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/5/2022), beberapa hari ke depan akan terkendala cuaca.
Hal tersebut disampaikan KBRI Bern, di mana menurut perkiraan kondisi cuaca di Kota Bern beberapa hari ke depan diprediksi hujan disertai badai di area pegunungan.
Baca juga: Eril Hilang di Sungai Aare, Keluarga Ikut Pencarian Setiap Hari"Menurut perkiraan, kondisi cuaca di kota Bern pada beberapa hari ke depan diprediksi akan hujan, dengan badai di area pegunungan. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi air di Sungai Aare," seperti dikutip dari akun Twitter terverifikasi @jabarprovgoid, Rabu (1/5/2022).
Terkait hal tersebut, keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tak menentu.
Baca juga: Pencarian Eril Berlanjut, Pihak Keluarga Ikhlas Atas Semua TakdirMeski begitu, Polisi Maritim Bern akan melanjutkan pencarian intensif besok hari dengan metode yang sama dengan sebelumnya, yaitu dengan patroli darat, perahu, dan drone.
Hingga hari kelima pencarian Eril, Kepolisian Maritim Bern terfokus pada area di antara dua pintu air. Kepala Kepolisian Maritim Bern mengatakan pencarian disertai patroli intensif pada wilayah setelah pintu air kedua.
Polisi Maritim Bern mengupayakan pencarian dengan melibatkan sejumlah komunitas seperti klub pendayung, klub pemancing, dan komunitas berkebun di sepanjang bantaran Sungai Aare.
Sementara, kedua orang tua Eril terus melakukan pencarian mandiri di beberapa titik potensial.
Baca juga: Pelukan Warga Bern Kuatkan Ridwan Kamil Cari Keberadaan Eril"Orang tua Eril terus melakukan usaha mandiri untuk memeriksa langsung ke beberapa titik potensial di sepanjang bantaran Sungai Aare," lanjutnya.
Rute yang ditempuh keluarga Eril termasuk rute darat dan beberapa wilayah perairan yang masih aman untuk dijelajahi manusia.
(est)