Keteladanan Perumus Pancasila Perlu Jadi Contoh Generasi Muda
Fajar adhitya
Kamis, 02 Juni 2022 - 23:55 WIB
Pegiat sejarah, Beggy Rizkiyansyah mengatakan, penting bagi generasi muda saat ini mempelajari sejarah Pancasila. Foto: Istimewa.
Presiden Joko Widodo mengajak generasi muda bangsa membumikan Pancasila saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Pancasila, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebelum mengamalkannya, penting generasi muda mempelajari sejarah Pancasila.
Pegiat sejarah, Beggy Rizkiyansyah mengatakan, penting bagi generasi muda saat ini mempelajari sejarah Pancasila. Sehingga, para pemuda memiliki sikap yang ajeg, tidak terombang-ambing dengan narasi yang mendompleng Pancasila.
“Penting sekali. Karena sebelum kita berpendapat atau berkomentar tentang Pancasila sebaiknya mendapat informasi yang memadai terutama dari sisi sejarahnya,” kata Beggy kepada Langit7.id, Kamis (2/6/2022).
Baca Juga:Pancasila Kesepakatan Luhur Para Pendiri Bangsa
Founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) ini menjelaskan, mempelajari sejarah Pancasila secara utuh bermanfaat untuk menggali makna sebenarnya dari kelima sila. Bagaimana proses perumusannya, dinamika politik yang menyertainya, dan meneladani para perumusnya.
“Terlebih tokoh-tokoh Islam saat itu merupakan wakil masyarakat yang representatif,” kata Beggy.
Secara historis, kata Beggy, perumusan Pancasila hingga seperti yang dikenal saat ini memerlukan proses panjang. Terdapat berbagai proses politik, perdebatan, dialektika, bahkan kritik di balik perumusan dan penetapan Pancasila.
Pegiat sejarah, Beggy Rizkiyansyah mengatakan, penting bagi generasi muda saat ini mempelajari sejarah Pancasila. Sehingga, para pemuda memiliki sikap yang ajeg, tidak terombang-ambing dengan narasi yang mendompleng Pancasila.
“Penting sekali. Karena sebelum kita berpendapat atau berkomentar tentang Pancasila sebaiknya mendapat informasi yang memadai terutama dari sisi sejarahnya,” kata Beggy kepada Langit7.id, Kamis (2/6/2022).
Baca Juga:Pancasila Kesepakatan Luhur Para Pendiri Bangsa
Founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) ini menjelaskan, mempelajari sejarah Pancasila secara utuh bermanfaat untuk menggali makna sebenarnya dari kelima sila. Bagaimana proses perumusannya, dinamika politik yang menyertainya, dan meneladani para perumusnya.
“Terlebih tokoh-tokoh Islam saat itu merupakan wakil masyarakat yang representatif,” kata Beggy.
Secara historis, kata Beggy, perumusan Pancasila hingga seperti yang dikenal saat ini memerlukan proses panjang. Terdapat berbagai proses politik, perdebatan, dialektika, bahkan kritik di balik perumusan dan penetapan Pancasila.