home edukasi & pesantren

Lalui Perjuangan Berat, Begini Asal Mula Penyematan Gelar Haji

Selasa, 07 Juni 2022 - 12:38 WIB
Sepulang dari Tanah Suci, jemaah haji disematkan gelar Haji dan Hajjah. Foto: Istimewa
Setiap umat muslim Indonesia yang sudah menunaikan rukun Islam kelima yakni ibadah haji, akan mendapatkan gelar baru pada nama depannya, haji untuk laki-laki dan hajjah untuk perempuan.

Staf Ahli Menteri Agama Omar Fathurahman atau Kang Oman mengatakan salah satu alasan adanya tradisi tersebut karena sejak masa silam, perjalanan menuju Tanah Suci bagi orang Nusantara merupakan perjuangan berat. Di mana mereka harus mengarungi lautan, menerjang badai berbulan-bulan, menghindari perompak, hingga menjelajah gurun pasir.

Baca juga: Terjadwal dengan Sistem, Ini Waktu Jemaah Haji Indonesia Masuk Raudhah

Menurut dia, orang yang berhasil melalui ujian tersebut dan berhasil kembali selamat ke Tanah Air, mereka dianggap berhasil mendapat anugerah dan kehormatan. Apalagi Kakbah dan Mekkah adalah kiblat suci umat Islam sedunia.

"Itulah mengapa dalam perkembangannya, kemudian lazim di Indonesia ada pemberian gelar bagi jemaah haji usai menunaikan ibadah di Tanah Suci. Masyarakat menambahkan kata ‘haji’ atau "hajjah" saat menyebut nama mereka. Dan itu, sah-sah saja," ujar Kang Omar dikutip dari situs resmi Kementrian Agama, Selasa (7/6/2022).

Di sisi lain, antropolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dadi Darmadi mengatakan, tradisi seperti itu sebetulnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Melainkan juga di negara-negara Islam Melayu seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan bahkan Thailand Selatan.

“Tradisi di Mesir Utara bahkan bukan hanya memberi gelar haji, tapi juga melukis rumahnya dengan gambar Kakbah dan moda transportasi yang digunakan keMekkah,” ucap Dadi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ibadah haji haji sejarah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya