home wisata halal

Pengamat Pariwisata Nilai Konservasi Candi Borobudur Tidak Jelas

Selasa, 07 Juni 2022 - 21:08 WIB
Candi Borobudur. (Foto: Instagram @yonatankristianto)
Pemerintah berupaya membatasi kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur dengan alasan konservasi. Beberapa di antaranya dengan pembatasan kuota dan menaikkan tarif masuk sebesar Rp750.000.

Pengamat Pariwisata, Muhammad Yusuf melihat upaya pengembangan kawasan wisata Borobudur sangat cepat. Bahkan, menurutnya terlalu cepat sehingga banyak unsur masyarakat yang tidak siap dengan perkembangan yang terlalu cepat tersebut.

Baca Juga:Naik Stupa Candi Borobudur Mahal, Mending Wisata ke Luar Negeri?

Studi yang dilakukan Puspar UGM menunjukkan bahwa hampir semua inisiatif pembangunan di kawasan Borobudur adalah inisiatif Pemerintah Pusat. Pada sisi lain, sangat sedikit atau bahkan "tanpa" pelibatan masyarakat sekitar, termasuk para penggerak wisata. "Menjadi cukup wajar bila kemudian masyarakat tidak terlalu paham arah pengembangan di kawasan Borobudur, dan bahkan bingung harus melakukan apa," ujar Kepala Pusat Studi Pariwisata UGM, seperti dilansir dari laman resmi UGM, Selasa (7/6/2022).

Angka kunjungan wisatawan domestik ke Borobudur cenderung membludak dan melebihi daya dukung kawasan. Data memperlihatkan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2018 sebanyak 3.855.285 meningkat jadi 5.016.839 pada 2019.

Berdasar kajian yang telah dilakukan selama ini, untuk mendukung konservasi maka seharusnya jumlah kunjungan ke candi tidak lebih dari 300 pengunjung per hari. Sedangkan keputusan 1.200 pengunjung per hari adalah untuk kawasan candi bukan untuk menaiki candi. "Karena banyak studi telah menunjukkan kelebihan pengunjung selama ini telah membuat kerusakan di candi, seperti permukaan candi yang terus menurun, dan batu candi yang mulai rusak," katanya.

Yusuf menyayangkan jika kebijakan mengenai konservasi dan pariwisata di Candi Borobudur ini sering kali tidak integratif. Menurutnya, hal ini bisa disebabkan karena ketidakjelasan pemangku kepentingan yang terlibat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
destinasi wisata candi borobudur kenaikan tarif
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya