Perlukah Anak Konsumsi Suplemen?
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 08 Juni 2022 - 18:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Produk vitamin atau multivitamin saat ini banyak beredar di pasaran. Teksturnya pun beragam mulai dari sirup, tablet, jeli dan sebagainya. Namun, seberapa penting anak-anak membutuhkan suplemen vitamin tambahan?
Dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A memberikan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memberikan suplemen tambahan seperti vitamin dan lainnya.
Pertama, orang tua harus memahami kebutuhan anak, apakah sedang membutuhkan suplemen vitamin tambahan atau tidak.
Baca juga: Pentingkah Vitamin C untuk Anak? Ini Kata Dokter Spesialis
"Pahami dulu kira-kira kebutuhan anak kita akan vitamin atau mikronutrien itu seberapa? Apakah anak punya kondisi khusus yang membuat kebutuhan mikronutrien lebih tinggi dari anak lain? Dan sudah cukupkah asupan makanan yang kita berikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut?" tulis dr Denta melalui akun media sosialnya @sdenta, dikutip Rabu (8/6/2022).
Misal, tambahnya, bayi prematur risiko kekurangan mikronutrien lebih tinggi daripada bayi lahir cukup bulan. Makanya diberikan tambahan suplemen vitamin sesuai kebutuhan.
Kemudian, dr Denta menyontohkan anak dengan kondisi gangguan metabolisme atau penyerapan lemak yang kemampuan menampung vitamin A,D,E,K otomatis merosot tajam. Menurut dr Denta, kondisi anak seperti ini otomatis membutuhkan tambahan suplementasi vitamin.
Dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A memberikan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memberikan suplemen tambahan seperti vitamin dan lainnya.
Pertama, orang tua harus memahami kebutuhan anak, apakah sedang membutuhkan suplemen vitamin tambahan atau tidak.
Baca juga: Pentingkah Vitamin C untuk Anak? Ini Kata Dokter Spesialis
"Pahami dulu kira-kira kebutuhan anak kita akan vitamin atau mikronutrien itu seberapa? Apakah anak punya kondisi khusus yang membuat kebutuhan mikronutrien lebih tinggi dari anak lain? Dan sudah cukupkah asupan makanan yang kita berikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut?" tulis dr Denta melalui akun media sosialnya @sdenta, dikutip Rabu (8/6/2022).
Misal, tambahnya, bayi prematur risiko kekurangan mikronutrien lebih tinggi daripada bayi lahir cukup bulan. Makanya diberikan tambahan suplemen vitamin sesuai kebutuhan.
Kemudian, dr Denta menyontohkan anak dengan kondisi gangguan metabolisme atau penyerapan lemak yang kemampuan menampung vitamin A,D,E,K otomatis merosot tajam. Menurut dr Denta, kondisi anak seperti ini otomatis membutuhkan tambahan suplementasi vitamin.