Mengenang Mohammad Siddik, Ulama dan Diplomat yang Mendunia
Ilham anugrah
Rabu, 30 Juni 2021 - 15:39 WIB
Ustaz Mohammad Siddik (sumber: dewandakwah.com)
Indonesia kembali kehilangan satu lagi sosok Ulama. Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia periode 2015-2020 Ustaz Mohammad Siddik berpulang ke Rahmatullah akibat terinfeksi virus Covid-19. Almarhum wafat pada Selasa, 29 Juni 2021 pukul 16.45 WIB di RS Harapan Kita Jakarta.
Ustaz Mohammad Siddik tidak hanya punya kiprah dan kontribusi besar di dalam negeri namun juga memiliki banyak peran di kancah Internasional sejak usia muda.
Pria kelahiran Kuala Simpang, Aceh, pada 15 Januari 1942 ini telah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak pelajar dan di masa mahasiswa.
Pada tahun 1966, ketika Siddik masih aktif di PB PII, ia pernah mengundang Sekretaris Jenderal Muktamar Alam Islami, Dr Inamullah Khan, untuk menghadiri Muktamar ke-12 PII di Bandung. Siddik juga sempat menjadi tamu Mufti Besar Palestina, Syeikh Amin Al Husaini di markasnya waktu itu di Beirut, Lebanon. Pada tahun 1968, Siddik juga berjumpa dengan tokoh Ikhwanul Muslimin, Dr. Said Ramadhan, di Jenewa, Swiss. Siddik juga Pernah bertemu Pangeran Hassan, ketika itu Putra Mahkota Jordan; bertemu dengan Sekjen Muktamar Al-Quds dan pernah menjadi Menteri Wakaf Jordan, Dr Kamil Sharif. Pada Tahun 1969 berjumpa dengan Direktur Jenderal Urusan Islam Mesir, Dr. Taofiq Awaeidah, bersilaturrahmi dengan Sekretaris Jenderal Rabithah Al-Alam Al-Islami, Syeikh Ali Al Harakan, dan lain-lain.
Saat tamat kuliah dari Universitas Nasional, Almarhum diajak pendiri Dewan Dakwah yang juga mantan Perdana Menteri RI Mohammad Natsir. Sejak muda ia telah dikader oleh M Natsir dengan karir pertama menjadi staf Dewan Dakwah sejak Juni 1968 dan berkantor di Jalan Blora Jakarta Pusat.
Selang beberapa tahun, Ia dikirim ke New York untuk menghadiri kongres pemuda sedunia yang digelar PBB. Selama menjalani tugas luar negeri, pria yang hobi main tenis meja ini aktif mengirimkan informasi kepada Ketua Dewan Dakwah mengenai misi diakonia Kristenisasi di berbagai negeri di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Kemudian dari tahun 1973, Ustaz Siddik memulai karirnya sebagai staf junior di UNICEF sembari melanjutkan studi Magister di jurusan International Development Studies di Fairleigh Dickinson University, New Jersey. Selama bertugas di UNICEF (PBB) di New York dan Kathmandu-Nepal, Ustaz Siddik tercatat pernah menjelajahi lebih dari 90 negara. Pria kelahiran 15 Januari 1942 ini pun menguasai bahasa Inggris, Perancis, Arab, dan Urdu.
Ustaz Mohammad Siddik tidak hanya punya kiprah dan kontribusi besar di dalam negeri namun juga memiliki banyak peran di kancah Internasional sejak usia muda.
Pria kelahiran Kuala Simpang, Aceh, pada 15 Januari 1942 ini telah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak pelajar dan di masa mahasiswa.
Pada tahun 1966, ketika Siddik masih aktif di PB PII, ia pernah mengundang Sekretaris Jenderal Muktamar Alam Islami, Dr Inamullah Khan, untuk menghadiri Muktamar ke-12 PII di Bandung. Siddik juga sempat menjadi tamu Mufti Besar Palestina, Syeikh Amin Al Husaini di markasnya waktu itu di Beirut, Lebanon. Pada tahun 1968, Siddik juga berjumpa dengan tokoh Ikhwanul Muslimin, Dr. Said Ramadhan, di Jenewa, Swiss. Siddik juga Pernah bertemu Pangeran Hassan, ketika itu Putra Mahkota Jordan; bertemu dengan Sekjen Muktamar Al-Quds dan pernah menjadi Menteri Wakaf Jordan, Dr Kamil Sharif. Pada Tahun 1969 berjumpa dengan Direktur Jenderal Urusan Islam Mesir, Dr. Taofiq Awaeidah, bersilaturrahmi dengan Sekretaris Jenderal Rabithah Al-Alam Al-Islami, Syeikh Ali Al Harakan, dan lain-lain.
Saat tamat kuliah dari Universitas Nasional, Almarhum diajak pendiri Dewan Dakwah yang juga mantan Perdana Menteri RI Mohammad Natsir. Sejak muda ia telah dikader oleh M Natsir dengan karir pertama menjadi staf Dewan Dakwah sejak Juni 1968 dan berkantor di Jalan Blora Jakarta Pusat.
Selang beberapa tahun, Ia dikirim ke New York untuk menghadiri kongres pemuda sedunia yang digelar PBB. Selama menjalani tugas luar negeri, pria yang hobi main tenis meja ini aktif mengirimkan informasi kepada Ketua Dewan Dakwah mengenai misi diakonia Kristenisasi di berbagai negeri di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Kemudian dari tahun 1973, Ustaz Siddik memulai karirnya sebagai staf junior di UNICEF sembari melanjutkan studi Magister di jurusan International Development Studies di Fairleigh Dickinson University, New Jersey. Selama bertugas di UNICEF (PBB) di New York dan Kathmandu-Nepal, Ustaz Siddik tercatat pernah menjelajahi lebih dari 90 negara. Pria kelahiran 15 Januari 1942 ini pun menguasai bahasa Inggris, Perancis, Arab, dan Urdu.