home lifestyle muslim

Kain Ihram Simbol Persamaan Derajat Manusia di Depan Allah SWT

Sabtu, 11 Juni 2022 - 10:03 WIB
Seorang jemaah laki-laki yang mengenakan ihram. Foto: Pixabay
Dalam istilah fikih, ihram adalah niat untuk menunaikan ibadah haji atau umrah dengan mengenakan dua helai kain putih. Mengenakan ihram tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. Kain ihram hanya sah dikenakan di miqat, atau batas tempat untuk memulai niat haji dan umroh, yang telah ditentukan.

Dengan berihram itu berarti calon haji sudah harus membuang jauh-jauh segala macam perbedaan, keangkuhan. Bahkan, bagi pejabat dari Tanah Air sudah harus melepaskan status sosialnya.

Baca juga: Agar Koper Tidak Dibongkar, Kemenag Minta Jemaah Haji Patuhi Ketentuan Barang Bawaan

Ihram menggambarkan bahwa seseorang di hadapan Allah sama, yang membedakan manusia satu dan lainnya hanya ketakwaannya. Dalam kontek urusan duniawi, pakaian kerap kali dijadikan simbol perbedaan dan menggambarkan status sosialnya.

Sementara, dalam urusan ibadah haji, seorang tidak boleh melekatkan simbol status sosial. Apa lagi berupa kesombongan. Lagi pula saat menunaikan haji itu, manusia tidak boleh memiliki kesibukan lain kecuali kesibukan dalam rangka mencari ridho Allah SWT.

Sejatinya ihram adalah simbol persamaan derajat manusia saat menghadap Allah SWT. Dalam Islam, pakaian seperti itulah yang dikenakan bagi setiap orang muslim tatkala menghadap Allah SWT.

Allah SWT berfirman,"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia beramal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya. (AI Kahf (18): 110).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ibadah haji jemaah haji tata cara ihram larangan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya