Satu Jemaah Haji Asal Padang Meninggal Dunia, 13 Orang Sakit
Ummu hani
Sabtu, 11 Juni 2022 - 22:05 WIB
Ilustrasi jemaah haji di Masjidil Haram, Mekkah. (Foto: Pexels)
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melaporkan adanya satu jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Jemaah haji itu bernama Bangun Lubis Wahid, pria berusia 59 tahun asal Padang, Sumatera Barat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Penyelenggara Haji, Akhmad Fauzin, saat jumpa pers Penyelenggaraan Ibadah Haji, Sabtu (11/6/2022). "Jemaah haji laki-laki yang meninggal merupakan kelompok terbang (kloter) 4 embarkasi Padang," kata Fauzin.
Baca Juga:Kemenag: 17.612 Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan ke Madinah
Selain itu, sebanyak 15 jemaah haji juga dilaporkan sakit. Mereka langsung mendapatkan penanganan intensif di klinik setempat. "13 jemaah dirawat di klinik kesehatan jemaah haji Indonesia di Madinah dan dua orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi Madinah," ungkap Fauzin.
Fauzin juga mengimbau kepada para jemaah untuk mengantisipasi suhu tertinggi Arab Saudi yang mencapai 46 derajat celsius dan terendah 29 derajat pada dini hari. "Oleh karena itu jemaah diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika beraktivitas luar ruangan, lengkapi alat pelindung diri dan pakai alas kaki," ujarnya.
Baca Juga:Cerita Calhaj 2022: Rela Resign Kerja Demi Berangkat ke Tanah Suci
Menurut Fauzin, tingginya subu di Arab Saudi menyebabkan kulit telapak kaki jemaah mengelupas setelah berjalan di sekitar Masjid Nabawi. Fauzin juga mengingatkan kepada para jemaah untuk mengantisipasi dehidrasi karena minimnya kelembapan di Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Penyelenggara Haji, Akhmad Fauzin, saat jumpa pers Penyelenggaraan Ibadah Haji, Sabtu (11/6/2022). "Jemaah haji laki-laki yang meninggal merupakan kelompok terbang (kloter) 4 embarkasi Padang," kata Fauzin.
Baca Juga:Kemenag: 17.612 Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan ke Madinah
Selain itu, sebanyak 15 jemaah haji juga dilaporkan sakit. Mereka langsung mendapatkan penanganan intensif di klinik setempat. "13 jemaah dirawat di klinik kesehatan jemaah haji Indonesia di Madinah dan dua orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi Madinah," ungkap Fauzin.
Fauzin juga mengimbau kepada para jemaah untuk mengantisipasi suhu tertinggi Arab Saudi yang mencapai 46 derajat celsius dan terendah 29 derajat pada dini hari. "Oleh karena itu jemaah diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika beraktivitas luar ruangan, lengkapi alat pelindung diri dan pakai alas kaki," ujarnya.
Baca Juga:Cerita Calhaj 2022: Rela Resign Kerja Demi Berangkat ke Tanah Suci
Menurut Fauzin, tingginya subu di Arab Saudi menyebabkan kulit telapak kaki jemaah mengelupas setelah berjalan di sekitar Masjid Nabawi. Fauzin juga mengingatkan kepada para jemaah untuk mengantisipasi dehidrasi karena minimnya kelembapan di Arab Saudi.