Sejarah Air Zamzam yang Tidak Pernah Kering sejak 40 Abad Lalu
Mahmuda attar hussein
Rabu, 15 Juni 2022 - 10:35 WIB
Jemaah haji mendapatkan air zamzam. (Foto: Istimewa).
Air zamzam tak pernah habis sejak zaman Nabi Ibrahim. Sumber air tersebut merupakan pertolongan Allah lewat Malaikat Jibril untuk Ismail bayi dan ibunya Situ Hajar padamasa sebelum masehi atau 40 abad yang lalu.
Sumber air zamzam berada di sebelah tenggara Masjidil Haram. Terdapat sumur sedalam 42 meter yang mampu menghasilkan 11-18,5 liter per detik, 660 liter per menit, atau 39.600 liter per jam.
Keberadaan air zamzam di Kota Mekkah ini merupakan salah satu kekuasaan Allah SWT. Air ini bahkan diyakini bisa memberikan kebaikan, bahkan salah satu syarat dikabulkannya doa.
Baca Juga: Menyeimbangkan pH Tubuh dengan Air Zamzam dan Berpuasa
Dalam hadis dari Ibnu Abbas dan Jabir, Nabi SAW bersabda: "Air zamzam tergantung orang yang meminumnya." (HR Ahmad, Al Hakim dan Ad Daruquthniy).
Beberapa ulama berpendapat, mereka yang meminum air zamzam akan dikabulkan doanya. Sahabat Ibnu Abbas pun melafalkan doa saat meminum air zamzam yakni:
"Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in." Artinya: Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.
Sumber air zamzam berada di sebelah tenggara Masjidil Haram. Terdapat sumur sedalam 42 meter yang mampu menghasilkan 11-18,5 liter per detik, 660 liter per menit, atau 39.600 liter per jam.
Keberadaan air zamzam di Kota Mekkah ini merupakan salah satu kekuasaan Allah SWT. Air ini bahkan diyakini bisa memberikan kebaikan, bahkan salah satu syarat dikabulkannya doa.
Baca Juga: Menyeimbangkan pH Tubuh dengan Air Zamzam dan Berpuasa
Dalam hadis dari Ibnu Abbas dan Jabir, Nabi SAW bersabda: "Air zamzam tergantung orang yang meminumnya." (HR Ahmad, Al Hakim dan Ad Daruquthniy).
Beberapa ulama berpendapat, mereka yang meminum air zamzam akan dikabulkan doanya. Sahabat Ibnu Abbas pun melafalkan doa saat meminum air zamzam yakni:
"Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in." Artinya: Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.