LANGIT7.ID, Jakarta -
Air zamzam tak pernah habis sejak
zaman Nabi Ibrahim. Sumber air tersebut merupakan pertolongan Allah lewat Malaikat Jibril untuk Ismail bayi dan ibunya Situ Hajar pada masa sebelum masehi atau 40 abad yang lalu.
Sumber air zamzam berada di sebelah tenggara Masjidil Haram. Terdapat sumur sedalam 42 meter yang mampu menghasilkan 11-18,5 liter per detik, 660 liter per menit, atau 39.600 liter per jam.
Keberadaan air zamzam di Kota Mekkah ini merupakan salah satu kekuasaan Allah SWT. Air ini bahkan diyakini bisa memberikan kebaikan, bahkan salah satu syarat dikabulkannya doa.
Baca Juga: Menyeimbangkan pH Tubuh dengan Air Zamzam dan BerpuasaDalam hadis dari Ibnu Abbas dan Jabir, Nabi SAW bersabda: "Air zamzam tergantung orang yang meminumnya." (HR Ahmad, Al Hakim dan Ad Daruquthniy).
Beberapa ulama berpendapat, mereka yang meminum air zamzam akan dikabulkan doanya. Sahabat Ibnu Abbas pun melafalkan doa saat meminum air zamzam yakni:
"Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in." Artinya: Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.
Keistimewaan air zamzam ini tak luput dari sejarahnya. Bagaimana asal mula air yang hanya keluar di daerah Arab Saudi tersebut?
1. Ismail Bayi yang Sedang HausPutra Nabi Ibrahim AS, Ismail, yang nantinya juga diangkat sebagai nabi oleh Allah merasakan haus ketika berada di tengah gurun bersama sang Ibu Siti Hajar.
Pada saat itu, bekal makanan yang dibawa Siti Hajar sudah habis. Ismail pun menangis sambil menghentakkan kakinya ke tanah. Kondisi ini membuat ibunya sedih hingga akhirnya bergegas mencari sumber mata air terdekat.
2. Bukit Shafa dan MarwahRitual haji yakni berlari dari Shafa ke Marwah mengambil cerita perjalanan Siti Hajar saat berusaha mencari sumber mata air dan pertolongan untuk anaknya, Ismail.
Siti Hajar berlari dari Bukit Shafa, lalu ke Marwah, sampai tujuh kali untuk mencari bantuan. Pada saat itulah Allah SWT mengirimkan utusannya, Malaikat Jibril untuk menolong Siti Hajar dan Ismail.
3. Air Keluar dari Hentakan Kaki IsmailIsmail bayi yang menangis kehausan membuat sang ibu akhirnya berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Atas kuasanya, hentakan dari kaki Ismail pun menyebabkan keluarnya sumber mata air yang deras.
Siti Hajar bersyukur kepada Allah SWT dan langsung menolong sang anak yang sedang kehausan. Dia mengisi kantong airnya dan meminumkan air tersebut untuk bayinya itu.
(bal)