Kenali Omicron Varian BA4 dan BA5, Vaksinasi Dinilai Jadi Solusi
Mahmuda attar hussein
Rabu, 15 Juni 2022 - 11:05 WIB
Pendaftaran vaksinasi Covid-19. (Foto: Istimewa).
Endemi Covid-19 semakin panjang setelah munculnya Omicron varian baru, BA4 dan BA5. Vaksinasi dinilai menjadi solusi ampuh mencegah penularan virus tersebut.
Dokter muda, dr Theresia Rina Yunita mengatakan, vaksin Covid-19 yang ada saat ini masih efektif dalam mencegah infeksi berat atau kematian akibat virus corona.
"Belum cukup informasi yang mendukung apakah mutasi baru BA4 dan BA5 dapat menyebabkan sakit parah pada mereka yang telah divaksinasi. Jika kemungkinannya besar, perlu adanya boster lagi," kata dokter yang bergabung di klikdokter ini, Rabu (15/6/2022).
Adapun gejala yang ditimbulkan dari Omicron BA4 dan BA5 ini disebutkan masih tergolong ringan. Di antaranya seperti demam, lelah dan tidak enak badan, serta kehilangan penciuman.
Baca Juga: Varian Baru Omicron Picu Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Satgas
Seperti diketahui, kasus subvarian baru BA4 dan BA5 ini dilaporkan telah masuk ke Tanah Air pada 6 Juni 2022 lalu.
Kementerian Kesehatan mencatat dari 4 kasus yang terjadi, satu orang positif BA4, sementara tiga orang lainnya positif BA5.
Dokter muda, dr Theresia Rina Yunita mengatakan, vaksin Covid-19 yang ada saat ini masih efektif dalam mencegah infeksi berat atau kematian akibat virus corona.
"Belum cukup informasi yang mendukung apakah mutasi baru BA4 dan BA5 dapat menyebabkan sakit parah pada mereka yang telah divaksinasi. Jika kemungkinannya besar, perlu adanya boster lagi," kata dokter yang bergabung di klikdokter ini, Rabu (15/6/2022).
Adapun gejala yang ditimbulkan dari Omicron BA4 dan BA5 ini disebutkan masih tergolong ringan. Di antaranya seperti demam, lelah dan tidak enak badan, serta kehilangan penciuman.
Baca Juga: Varian Baru Omicron Picu Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Satgas
Seperti diketahui, kasus subvarian baru BA4 dan BA5 ini dilaporkan telah masuk ke Tanah Air pada 6 Juni 2022 lalu.
Kementerian Kesehatan mencatat dari 4 kasus yang terjadi, satu orang positif BA4, sementara tiga orang lainnya positif BA5.