LANGIT7.ID, Jakarta -
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan adanya tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Lalu, apakah peningkatan kasus Covid-19 berhubungan dengan munculnya subvarian baru virus
omicron BA.4 dan BA.5?
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19,
Wiku Adisasmito memaparkan lonjakan kasus Covid-19 pada akhir-akhir ini mencapai 3.600 kasus per 13 Juni 2022 dibanding pada akhir Mei lalu. Peningkatan juga terjadi pada kasus aktif Covid-19.
Baca Juga: Hambat Subvarian Omicron, Pemerintah Percepat Laju Vaksinasi Dosis PenguatWiku mengatakan, dari 2.900 kasus aktif pada akhir Mei silam menjadi 4.900 kasus aktif per 13 Juni 2022. Pemerintah masih mengidentifikasi penyebab tren kenaikan kasus Covid-19, sehingga belum dapat menyimpulkan dan memastikan apakah kenaikan ini dipicu varian baru omicron. "Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan penyebab pasti terjadinya kenaikan pada tren kasus positif dan kasus aktif," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (14/6/2022).
Meski demikian, Satgas Covid-19 telah mengidentifikasi sejumlah sebab yang dapat memicu kenaikan kasus Covid-19. Faktornya adalah aktivitas masyarakat yang telah normal serta berbagai kegiatan skala besar yang sudah terselenggara.
Selain itu, mobilitas penduduk yang terus mengalami peningkatan juga bisa menjadi faktor naiknya kasus Covid-19. Kemudian, disiplin prokes yang mulai memudar juga menjadi pendukung naiknya kasus Covid-19. "Penggunaan masker sudah mulai longgar tidak disiplin seperti yang lalu," lanjutnya.
Baca Juga: Varian Baru Omicron Masuk Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap WaspadaWiku mengimnbau masyarakat tidak melonggarkan disiplin prokes ditengah munculnya mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5. Kasus ini pertama kali dilaporkan ke Indonesia 6 Juni 2022. "Sampai saat ini sebanyak 8 kasus telah teridentifikasi," ucap Wiku.
Menurut Kementerian Kesehatan, saat ini ada 3 negara mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang dikaitkan dengan meningkatnya varian baru omicron BA.4 dan BA.5, yakni Afrika Selatan, Portugal dan Chile. Sementara di Indonesia kasus adanya BA.4 dan BA.5 dimulai pada awal Juni 2022.
"Yang perlu diwaspadai yaitu
immune escape. Artinya imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian omicron," ungkap Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam konferensi pers secara virtual di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/6/2022).
Baca Juga:
Waspada, Varian Baru Omicron Berpotensi Membuat Lonjakan Kasus Covid-19
Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Indonesia, 4 Kasus Awal Juni(asf)