Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Indonesia, 4 Kasus Awal Juni

Garry Talentedo Kesawa Sabtu, 11 Juni 2022 - 05:05 WIB
Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Indonesia, 4 Kasus Awal Juni
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan adanya Subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Dalam keterangan resmi Kemenkes, 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama di Indonesia pada 6 Juni 2022. 4 kasus itu terdiri dari 1 orang positif BA.4, seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali. Sementara 3 orang lainnya positif BA.5 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Arab Saudi Melonjak Signifikan

"Kondisi klinis tiga orang itu antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin Booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin Covid-19," kata Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam konferensi pers secara virtual di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Syahril mengatakan di tingkat global, secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID. Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel.

Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Kemenkes Rancang Ketahanan Sistem Kesehatan Secara Global

"Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya," lanjutnya.

Saat ini, ada 3 negara mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang dikaitkan dengan meningkatnya BA.4 dan BA.5, yakni Afrika Selatan, Portugal dan Chile. Sementara di Indonesia kasus adanya BA.4 dan BA.5 dimulai pada awal Juni 2022.

"Yang perlu diwaspadai yaitu immune escape. Artinya imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian omicron," ungkap Syahril.

Baca Juga:

Ini Imbauan Kemenag ke Jemaah Haji terkait Pencegahan Covid

Tes PCR Positif, Tiga Calon Jemaah Haji Terancam Gagal ke Tanah Suci


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)