LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini mengidentifikasi satu kasus subvarian Omicron BA.4 dan tiga Omicron baru lainnya yakni BA.5. Laporan ini dicatat seiring dengan kenaikan kasus
Covid-19 dalam tiga pekan terakhir.
Dokter Adam Prabata mengingatkan, Omicron BA.4 dan BA.5 tersebut berpotensi membuat lonjakan kasus
Covid-19. Varian Omicron itu resmi terdeteksi di Indonesia.
“Sejak pagi ini, ramai berita mengenai telah ditemukannya varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Berita ini merupakan info yang penting karena varian ini telah dinyatakan sebagai variant of concern (VOC) di Eropa dan UK,” kata Dokter Adam di akun instagram @adamprabata, Ahad (12/6/2022).
Baca Juga: Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Indonesia, 4 Kasus Awal Juni
Adam menjelaskan, varian Omicron berpotensi membuat lonjakan kasus di Indonesia. Itu karena diketahui virus itu lebih mampu menghindar dari kekebalan tubuh yang muncul akibat vaksinasi dan infeksi alami.
“Sehingga memfasilitasi varian ini untuk menginfeksi seseorang,” tutur Adam.
Kendati begitu, Adam menegaskan, saat ini tidak ada indikasi yang menyatakan bahwa varian tersebut lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya.
Varian ini juga masih dapat dideteksi oleh PCR dan antigen. Selain itu, antibodi pada orang yang telah divaksinasi dapat melawan varian ini.
“Semoga tidak ada lonjakan kasus
Covid-19 di Indonesia dan staf safe semuanya!,” ucap Adam.
Gejala Omicron BA.4 dan BA.5Mengutip Express UK, subvarian Umicron Ba.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan, sudah menyebar sejak Januari lalu.
Tidak ada gejala
Covid-19 signifikan yang dicatat para dokter atau ahli, tetapi laporan keluhan terbanyak meliputi demam, batuk, kehilangan penciuman, kelelahan dan rasa tidak enak.
Baca Juga: Jika Calon Jemaah Haji Positif Covid-19, Bisakah Tetap BerangkatMenurut Ilmuwan Denis Kinane asal Inggris, pasien subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 bisa mengalami salah satu gejala Covid-19 di atas. Namun, gejalanya akan terus dipantau secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan Kesehatan.
Dia mengingatkan, Omicron bakal terus bermutasi, sehingga banyak varian baru muncul. Kabar baiknya, Omicron BA.4 dan BA.5, tidak terbukti menyebabkan gejala Covid-19 lebih parah daripada jenis aslinya.
Terkait proteksi vaksin, Kinane menjelaskan, seiring berjalannya waktu, proteksi dari vaksin lengkap bahkan booster akan semakin menurun. Penelitian klinis sejauh ini masih terbatas, tetapi dia meyakini booster masih efektif melawan kedua omicron itu.
(jqf)