home edukasi & pesantren

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Kerumunan dan Pelanggaran Prokes

Kamis, 05 Agustus 2021 - 08:30 WIB
Syncrom alat deteksi kerumunan karya mahasiswa UGM (foto: ugm.ac.id)
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sistem deteksi kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tak hanya itu, alat tersebut mampu menampilkan informasi waktu dan tempat kerumanan terjadi.

Sistem tersebut bernama Syncrom atau System of Detevtion and Crowd Mapping. Ketua tim peneliti, Zulfa Andriansyah, mengatakan, alat itu dibuat berbasis Deep Learning dan WebGIS. Sistem itu bisa mendeteksi kerumunan dengan menyajikan informasi jumlah massa dan menampilkan visualisasi kondisi lapangan, baik waktu dan tempat kerumunan secara near realtime.

"Dengan platform ini sistem pemantauan bisa dilakukan secara terus-menerus selama 24 jam. Data terus diupdate setiap 30 detik,”kata Zulfa, dikutip laman resmi UGM, Kamis (5/8/2021).

Sistem itu juga dilengkapi dengan fitur fitur peringatan dini adanya kerumunan. Peringatan adanya kerumunan di lokasi terdeteksi akan disampaikan melalui pengeras suara secara otomatis.

Syncrom bisa mendeteksi kerumanan melalui input data visual yang diperoleh melalui CCTV melalui webcam yang terhubung dengan komputer lokal.

Sistem itu sebelumnya sudah diprogram dengan deep learning untuk mendeteksi keberadaan manusia dan memprediksi kerumunan di suatu lokasi diteruskan ke sistem untuk dianalisis.

Setelah itu, hasil data dikirimkan ke WebGIS dalam bentuk informasi terkait lokasi, waktu, dan jumlah kejadian kerumunan yang berada di satu lokasi terpantau CCTV.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
teknologi pandemi covid-19 kreativitas mahasiswa inovasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya