home global news

Perombakan Kabinet Kental dengan Konsolidasi Politik 2024

Jum'at, 17 Juni 2022 - 03:05 WIB
Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/06/2022). (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk merombak jajaran Kabinet Indonesia Maju, dengan menunjuk dua menteri dan tiga wakil menteri. Pengamat politik menilai keputusan Presiden Jokowi me-reshuffle jajaran menterinya kental dengan nuansa politis menuju Pemilu 2024.

Presiden menunjuk Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan RI. Sementara itu, Mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional.

Baca Juga:Jokowi Ungkap Alasan Penunjukan Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat melihat dari komposisi yang ada jabatan-jabatan yang direshuffle lebih kental nuansa politiknya. Terutama dengan masuknya Zulkifli Hasan dan Raja Zuli Antoni.

Achmad menilai, keterlibatan tokoh partai seperti Zulkifli Hasan dan Raja Juli Antoni serta menteri-menteri yang juga aktif di partai politik ini akan beresiko terhadap kualitas penanganan krisis menjelang Pemilu 2024. Sebab, fokus mereka akan terbagi antara jabatan menteri dan kepentingan partai menjelang pemilu 2024.

"Jabatan Menteri Perdagangan saat ini adalah sebuah kursi panas, karena publik sekarang sedang menyorot persoalan-persoalan yang tengah melanda. Salah satunya persoalan kenaikan-kenaikan harga," kata Achmad dalam keterangannya melalui pesan elektronik, Kamis (16/6/2022).

Achmad mewanti-wanti, jika tidak ada perkembangan yang signifikan diakhir masa jabatan pemerintahan sekarang maka akan berdampak pada jatuhnya kredibilitas pemerintah. Hal itu tentu saja menurunkan elektabilitas dari partainya dan tentunya termasuk capres yang diusungnya di Pemilu 2024.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jokowi hadi tjahjanto zulkifli hasan reshuffle kabinet
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya