LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden
Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk merombak jajaran Kabinet Indonesia Maju, dengan menunjuk dua menteri dan tiga wakil menteri. Pengamat politik menilai keputusan Presiden Jokowi me-
reshuffle jajaran menterinya kental dengan nuansa politis menuju Pemilu 2024.
Presiden menunjuk Ketua Umum PAN,
Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan RI. Sementara itu, Mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Penunjukan Zulkifli Hasan dan Hadi TjahjantoPakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat melihat dari komposisi yang ada jabatan-jabatan yang direshuffle lebih kental nuansa politiknya. Terutama dengan masuknya Zulkifli Hasan dan Raja Zuli Antoni.
Achmad menilai, keterlibatan tokoh partai seperti Zulkifli Hasan dan Raja Juli Antoni serta menteri-menteri yang juga aktif di partai politik ini akan beresiko terhadap kualitas penanganan krisis menjelang Pemilu 2024. Sebab, fokus mereka akan terbagi antara jabatan menteri dan kepentingan partai menjelang pemilu 2024.
"Jabatan Menteri Perdagangan saat ini adalah sebuah kursi panas, karena publik sekarang sedang menyorot persoalan-persoalan yang tengah melanda. Salah satunya persoalan kenaikan-kenaikan harga," kata Achmad dalam keterangannya melalui pesan elektronik, Kamis (16/6/2022).
Achmad mewanti-wanti, jika tidak ada perkembangan yang signifikan diakhir masa jabatan pemerintahan sekarang maka akan berdampak pada jatuhnya kredibilitas pemerintah. Hal itu tentu saja menurunkan elektabilitas dari partainya dan tentunya termasuk capres yang diusungnya di Pemilu 2024.
Baca Juga: Jabat Mendag, Zulkifli Hasan Siap Tuntaskan Masalah Minyak GorengDalam pidatonya, Jokowi juga menekankan bahwa para menteri harus memiliki
sense of crisis. Akan tetapi dalam hal ini, Achmad menilai Presiden seperti gambling dalam menentukan menteri baru pada
reshuffle kali ini.
"Karena jika dilihat
track record bahwa menteri perdagangan sebelumnya yaitu Muhammad Lutfi mempunyai
background profesional yang lebih baik daripada Zulkifli Hasan dalam sektor perdagangan," ujarnya.
Kemudian,
Hadi Tjahjanto yang latar belakangnya dari militer tentunya ini juga masih dipertanyakan kapabilitasnya dalam penanganan Agraria dan Tata Ruang. Tentunya pada kondisi ekonomi yang sedang carut marut ini, Achmad melihat pemilihan personil menteri dan wakil menteri ini tidak mencerminkan sense of crisis yang baik.
"Kalau dilihat dari kinerja para menteri semestinya Menteri BUMN pun di reshuffle. Jika dilihat bahwa sejumlah BUMN mempunyai hutang hingga ratusan triliun. Beberapa BUMN dalam keadaan memprihatinkan," tuturnya.
Baca Juga:
Soal Reshuffle Kabinet, Seskab: Sudah Diskusi Panjang
Profil Raja Juli Antoni, Sekjen PSI yang Kini Jadi Wamen(asf)