Kerap Disalahpahami, Wakil Ketua MUI Jelaskan Makna Khilafah dalam Islam
Muhajirin
Sabtu, 18 Juni 2022 - 15:15 WIB
Wakil Ketua MUI KH Marsyudi Suhud (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Istilah khilafah kerap disalahpahami punya konotasi menyeramkan dan dikaitkan dengan radikalisme. Terlebih setelah kelompok yang kerap mengkampanyekan khilafah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan. Terakhir sebuah kelompok bernama Khilafatul Muslimin ditangkap.
Padahal sebagai istilah, makna khilafah itu netral. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI), KH Marsudi Syuhud, menjelaskan, istilah khilafah merupakan terminologi dalam ajaran Islam. Khilafah merupakan sebuah kata yang memiliki makna netral, yang berarti sebuah kepemimpinan negara.
"Nah, kita sesungguhnya di negara pancasila sudah disebut juga khilafah," kata KH Marsudi saat ditemui di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: MUI: Terorisme dan Ekstremisme Harus Disikapi Proporsional
Marsudi menjelaskan, model-model khilafah atau negara merupakan sebuah pilihan. Dia menganalogikan pilihan-pilihan itu seperti orang yang hendak memilih makanan. Ada yang memilih nasi goreng atau nasi putih, semua halal.
Padahal sebagai istilah, makna khilafah itu netral. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI), KH Marsudi Syuhud, menjelaskan, istilah khilafah merupakan terminologi dalam ajaran Islam. Khilafah merupakan sebuah kata yang memiliki makna netral, yang berarti sebuah kepemimpinan negara.
"Nah, kita sesungguhnya di negara pancasila sudah disebut juga khilafah," kata KH Marsudi saat ditemui di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: MUI: Terorisme dan Ekstremisme Harus Disikapi Proporsional
Marsudi menjelaskan, model-model khilafah atau negara merupakan sebuah pilihan. Dia menganalogikan pilihan-pilihan itu seperti orang yang hendak memilih makanan. Ada yang memilih nasi goreng atau nasi putih, semua halal.