Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Kerap Disalahpahami, Wakil Ketua MUI Jelaskan Makna Khilafah dalam Islam

Muhajirin Sabtu, 18 Juni 2022 - 15:15 WIB
Kerap Disalahpahami, Wakil Ketua MUI Jelaskan Makna Khilafah dalam Islam
Wakil Ketua MUI KH Marsyudi Suhud (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Istilah khilafah kerap disalahpahami punya konotasi menyeramkan dan dikaitkan dengan radikalisme. Terlebih setelah kelompok yang kerap mengkampanyekan khilafah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan. Terakhir sebuah kelompok bernama Khilafatul Muslimin ditangkap.

Padahal sebagai istilah, makna khilafah itu netral. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menjelaskan, istilah khilafah merupakan terminologi dalam ajaran Islam. Khilafah merupakan sebuah kata yang memiliki makna netral, yang berarti sebuah kepemimpinan negara.

"Nah, kita sesungguhnya di negara pancasila sudah disebut juga khilafah," kata KH Marsudi saat ditemui di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

Baca Juga: MUI: Terorisme dan Ekstremisme Harus Disikapi Proporsional

Marsudi menjelaskan, model-model khilafah atau negara merupakan sebuah pilihan. Dia menganalogikan pilihan-pilihan itu seperti orang yang hendak memilih makanan. Ada yang memilih nasi goreng atau nasi putih, semua halal.

"Seperti di Indonesia menentukan khilafahnya muwahhadah wasathiyah, kesepakatan bersama, karena kita sudah memilih itu. Karena kita sudah memilih itu, maka kita wajib menjaganya. Itu saja," kata Marsudi.

Para pendiri bangsa sudah sepakat untuk memilih NKRI yang berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara. Itu sudah menjadi kesepakatan, sehingga anak-anak bangsa harus menjaga pilihan tersebut.

Dia menjelaskan, saat Turki Utsmaniyah runtuh pada 1924 lalu, maka para ulama di berbagai negara berijtihad memikirkan sebuah negara. Ulama di Malaysia ketemu dengan negara kerajaan model Malaysia, begitu juga dengan ulama di Brunei Darussalam, Mesir, hingga Maroko punya versinya masing-masing.

"Di Indonesia, sudah mengambil model khilafah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila," tutur Marsudi.

Maka itu, kata dia, seluruh elemen masyarakat wajib menjaga model khilafah yang telah dipilih para pendiri bangsa. Pemerintah pun demikian. Sebab, pilihan tersebut tidak dijaga, maka akan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Jika pun itu semua pilihan baik, halal semua, kita sudah pilih ini (Negara Pancasila), maka itu dikerjakan," jelasnya.

Baca Juga: MUI: Khilafatul Muslimin Sebaiknya Dirangkul ke NKRI

Dia juga mengomentari kelompok Khilafatul Muslimin yang baru-baru ini menghebohkan publik. Dia menilai, Khilafatul Muslimin merupakan sebuah paham. Maka, cara merangkul mereka adalah dengan menggunakan paham juga.

"Jadi, negara ini akan kuat, terintegrasi kalau kita bisa mengintegrasikan nilai. Nilai-nilai berangkat dari MUI ini, untuk integrasikan bahwa negara NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah termasuk khilafah," ungkap Marsudi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)