Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

MUI: Terorisme dan Ekstremisme Harus Disikapi Proporsional

Muhajirin Kamis, 27 Januari 2022 - 19:00 WIB
MUI: Terorisme dan Ekstremisme Harus Disikapi Proporsional
Ketua Majelis Fatwa MUI Asrorun Niam (foto: mui.or.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). KH Asrorun Niam Sholeh, menilai makna terorisme dan ekstremisme harus didudukan secara proporsional. Makna kedua paham tersebut sangat luas, tidak boleh terlalu disederhanakan hanya sebatas pakaian saja seperti berjenggot dan bercelana cingkrang.

Menurut Niam, simplifikasi melahirkan solidaritas grup yang lebih luas. Indikator yang bersifat karikatural dan simplistik itu memunculkan solidaritas grup. Orang yang awalnya tidak memiliki hubungan dengan kelompok demikian, akhirnya membangun solidaritas karena kesamaan identitas.

"Maka, penting mendudukkan apa itu terorisme dan apa itu ekstremisme," kata Niam dikutip laman resmi MUI, Kamis (27/1/2022).

Dia mengatakan, bentuk lain simplifikasi adalah belakangan muncul ide penghapusan kata jihad dalam buku pelajaran. Hal itu tidak bisa diterima. Jihad merupakan terminologi dalam Islam, yang merupakan salah satu ajaran Islam. Namun, praktik jihad harus diletakkan pada prinsip yang lebih proporsional.

Terkait jihad, Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia 2021 sudah mendudukan kembali makna khilafah dan makna jihad. Khilafah dan jihad sebagai sebuah kajian keagamaan itu nyata, hanya saja perwujudannya dalam konteks hari ini harus tepat.

Niam menjelaskan, fatwa-fatwa MUI selama ini berusaha proporsional dengan mengedepankan konsep Islam Wasathiyah. Setelah mengeluarkan Fatwa Terorisme pada 2004, MUI juga mengeluarkan Fatwa Liberalisme pada 2005.

Kehadiran Fatwa Terorisme dan Liberalisme itu wujud MUI untuk bersikap proporsional. MUI menempatkan diri di tengah, tidak di ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.

Ketika orang berada di tengah, dia akan diterjemahkan berada di kiri oleh yang ekstrem kanan dan (berada di) kanan oleh yang ekstrem kiri.

"Tugas kita adalah memperluas spektrum Islam Wasathiyah agar posisi yang ekstrem di samping itu tergencet. Di situlah posisi MUI dengan fatwa-fatwanya," ucap Niam.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)