LANGIT7.ID-Jakarta; Peran strategis Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam kembali disorot dalam momentum Halal Bi Halal 1447 H yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). Dalam forum tersebut, kontribusi keduanya dinilai tidak hanya terasa di masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.
Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menegaskan, keberadaan MUI dan ormas Islam telah melekat dalam perjalanan bangsa sejak masa perjuangan hingga saat ini. Ia menyebut, peran tersebut tidak sekadar simbolik, melainkan nyata dalam menjaga stabilitas sosial.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada MUI dan seluruh ormas Islam. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, masa pembangunan hingga hari ini. MUI, Ormas Islam dan para ulama selalu hadir untuk menenangkan masyarakat dan memberikan arah," kata dia, dilansir dari situs MUI, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kehadiran MUI kerap muncul dalam berbagai situasi krusial. Ia menilai lembaga tersebut konsisten mendampingi hubungan antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam berbagai kondisi yang tidak mudah.
"Ormas dan ulama bukan hanya menjadi pengingat, melainkan juga penggerak solusi. Kontribusi ini mungkin tidak selalu tercatat di dalam statistik, tetapi jejaknya terasa di dalam ketahanan sosial bangsa ini," ungkapnya.
Dalam kajian yang disampaikannya, Nasaruddin Umar juga menyoroti karakter khas MUI dan ormas Islam yang memiliki kedekatan dengan masyarakat. Hal ini membuat peran mereka mampu menjangkau hingga lapisan paling bawah.
"Dan di Indonesia peran itu telah lama dijalankan oleh Ormas-ormas Islam. Tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial, bahkan juga cakupannya sampai di tingkat global," ujarnya.
Ia menambahkan, peran tersebut turut membentuk kesadaran sosial umat, sekaligus membantu masyarakat memahami kehidupan beragama dan berbangsa secara seimbang. Kontribusi itu juga terlihat dalam pengembangan hukum, khususnya hukum Islam, melalui berbagai pendekatan.
"Melalui ijtihad, pendidikan dan advokasi sosial. Ini menunjukkan bahwa Ormas-ormas Islam bukan hanya bagian daripada masyarakat, tetapi juga bagian daripada arsitektur pembangunan bangsa ini," ungkapnya.
Acara bertema Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia itu turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Selain itu, hadir pula Kepala BGN Dadan Hindayana, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, serta Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi.
(lam)