KAMI: Umat Islam Harus Bersatu Lawan Islamophobia
Jaja Suhana
Ahad, 19 Juni 2022 - 07:05 WIB
Kampanye menolak Islamofobia. Foto: theowp.org.
Gerakan anti Islamophobia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Maret mendapat sambutan besar di Indonesia. Sebab Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.
Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan mengatakan negara super power Amerika sedang memotori gerakan anti Islamophobia di Indonesia. Menurut dia, umat Islam harus memanfaatkan peluang ini.
"Dengan berputar arahnya Amerika saat ini, tentu saja peluang bagi umat Islam mendudukkan Islam sebagai ajaran mainstream yang sejajar dengan ajaran kapitalisme dan sosialis-demokrat di berbagai negara maju," ujar Syahganda dalam keterangan yang diterimaLangit7, Ahad (19/6/2022).
Baca Juga:Dosen UIN Jakarta: Islamofobia adalah Industri yang Direkayasa dengan Dana Fantastis
Namun Syahganda menilai peluang ini tidak lama, karena tergantung masa kepresidenan Partai Demokrat di Amerika. Karenanya ia mendorong agar Muhammadiyah memotori gerakan ormas Islam dalam isu anti Islamophobia dan juga menjadi mitra pemerintah Indonesia ataupun PBB dalam misi tersebut.
Syahganda juga meminta jajaran ormas Islam mengkaji pikiran Ilhan Omar, tokoh anti Islamophobia Amerika, sekaligus sponsor "UU International Combating Islamophobia", yang mampu menjelaskan bahwa isu terorisme yang selama ini dikembangkan Amerika adalah kebencian terhadap Islam.
"Muhammadiyah sebagai ormas yang banyak cendikiawannya harus mampu mengkaji cara Ilhan Omar membalikkan diksi terorisme di Amerika, seperti Omar mengatakan bahwa pemboman 9/11 dilakukan segelintir orang bukan dilakukan Islam," katanya.
Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan mengatakan negara super power Amerika sedang memotori gerakan anti Islamophobia di Indonesia. Menurut dia, umat Islam harus memanfaatkan peluang ini.
"Dengan berputar arahnya Amerika saat ini, tentu saja peluang bagi umat Islam mendudukkan Islam sebagai ajaran mainstream yang sejajar dengan ajaran kapitalisme dan sosialis-demokrat di berbagai negara maju," ujar Syahganda dalam keterangan yang diterimaLangit7, Ahad (19/6/2022).
Baca Juga:Dosen UIN Jakarta: Islamofobia adalah Industri yang Direkayasa dengan Dana Fantastis
Namun Syahganda menilai peluang ini tidak lama, karena tergantung masa kepresidenan Partai Demokrat di Amerika. Karenanya ia mendorong agar Muhammadiyah memotori gerakan ormas Islam dalam isu anti Islamophobia dan juga menjadi mitra pemerintah Indonesia ataupun PBB dalam misi tersebut.
Syahganda juga meminta jajaran ormas Islam mengkaji pikiran Ilhan Omar, tokoh anti Islamophobia Amerika, sekaligus sponsor "UU International Combating Islamophobia", yang mampu menjelaskan bahwa isu terorisme yang selama ini dikembangkan Amerika adalah kebencian terhadap Islam.
"Muhammadiyah sebagai ormas yang banyak cendikiawannya harus mampu mengkaji cara Ilhan Omar membalikkan diksi terorisme di Amerika, seperti Omar mengatakan bahwa pemboman 9/11 dilakukan segelintir orang bukan dilakukan Islam," katanya.