home global news

Virus Corona Terus Bermutasi, Masyarakat Harus Pandai Beradaptasi

Kamis, 05 Agustus 2021 - 13:17 WIB
ilustrasi virus corona yang terus bermutasi (foto: langit7.id/istock)
Menghilangkan pandemi bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah. Hingga hari ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) baru berhasil menghapus secara resmi dua penyakit yang disebabkan virus yakni cacar dan sampar sapi.

Cacar merupakan penyakit kuno dan menyebar secara epidemi yang menyebabkan hampir 500 juta orang meninggal dunia pada abad ke-20. Penyakit menular itu barus resmi dihapuskan pada 1980-an. Cacar mirip dengan Covid-19 dalam hal penyebaran geografis.

Vaksin menjadi membantu penghapusan cacar, yang dimulai dari memotong penyebaran virus. Namun sayang, vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan saat ini belum memberikan efek yang sama layaknya vaksin cacar.

Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular di London School of Health and Tropical Medicine, David Heyman, mengatakan, vaksin Covid-19 saat ini dalam beberapa keadaan, tidak mencegah penularan. Pada keadaan tertentu vaksin hanya mengubah infeksi dan membuat penyakit lebih tak berbahaya.

“Orang-orang yang sudah divaksin masih dapat menularkan virus ini ke orang lain," kata David Heyman.

Sementara, Professor of Medicine di University of East Anglia, Inggris, Paul Hunter, mengatakan, vaksin-vaksin yang ada sekarang tidak akan mencegah kita terinfeksi Covid-19 di masa depan.

"Virus corona tidak akan pernah hilang. Tidak dapat dihindari, kita masih punya kemungkinan tertular corona yang terus bermutasi, beberapa kali dalam hidup, terlepas dari apakah kita sudah divaksin atau belum,” ucapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pandemi covid-19 ppkm level 4 masyarakat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya