LANGIT7.ID, Jakarta - Menghilangkan pandemi bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah. Hingga hari ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) baru berhasil menghapus secara resmi dua penyakit yang disebabkan virus yakni cacar dan sampar sapi.
Cacar merupakan penyakit kuno dan menyebar secara epidemi yang menyebabkan hampir 500 juta orang meninggal dunia pada abad ke-20. Penyakit menular itu barus resmi dihapuskan pada 1980-an. Cacar mirip dengan Covid-19 dalam hal penyebaran geografis.
Vaksin menjadi membantu penghapusan cacar, yang dimulai dari memotong penyebaran virus. Namun sayang, vaksin Covid-19 yang telah dikembangkan saat ini belum memberikan efek yang sama layaknya vaksin cacar.
Profesor Epidemiologi dan Penyakit Menular di London School of Health and Tropical Medicine, David Heyman, mengatakan, vaksin Covid-19 saat ini dalam beberapa keadaan, tidak mencegah penularan. Pada keadaan tertentu vaksin hanya mengubah infeksi dan membuat penyakit lebih tak berbahaya.
“Orang-orang yang sudah divaksin masih dapat menularkan virus ini ke orang lain," kata David Heyman.
Sementara, Professor of Medicine di University of East Anglia, Inggris, Paul Hunter, mengatakan, vaksin-vaksin yang ada sekarang tidak akan mencegah kita terinfeksi Covid-19 di masa depan.
"Virus corona tidak akan pernah hilang. Tidak dapat dihindari, kita masih punya kemungkinan tertular corona yang terus bermutasi, beberapa kali dalam hidup, terlepas dari apakah kita sudah divaksin atau belum,” ucapnya.
Varian Baru Diprediksi MunculSatu lagi varian baru Covid-19 diprediksi akan muncul. Varian ini diklaim berpotensi bisa membunuh 1 dari 3 orang yang terinfeksi virus tersebut. Padahal, hingga saat ini beberapa varian baru virus corona sudah mulai mendominasi berbagai negara. Varian tersebut yaitu varian Alpha, Beta, Gamma, P1, hingga Delta yang disebut sangat mendominasi di dunia.
Ahli biologi di University of California, Jonathan Eisen, mengatakan, varian baru yang terus bermunculan meruntuhkan setiap prediksi tentang Covid-19 yang sebelumnya disampaikan para ilmuwan.
"Kami gagal menghentikan ini karena kami memiliki pandemi lain. Ini mungkin akan ada selamanya, membuat kita terus berusaha mencari tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya,” kata Jonathan, dikutip dari Newsweek.
Varian-varian Covid-19 memperburuk dan memperpanjang pandemi. Saat Delta mereda, varian baru mewabah. WHO menyebut beberapa varian seperti varian eta yang terdapat di beberapa negara, varian kappa muncul di India, varian lota pertama kali ditemukan di New York City, dan lambda yang telah mengoyak Peru. Ini telah menyebar ke Argentina, Chili, Ekuador serta Texas dan Carolina Selatan.
Berdasarkan dokumen
Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE), Covid-19 akan memunculkan varian baru lagi. Organisasi itu menyebut tantangan masa depan yang belum disebutkan namanya itu, bisa memiliki tingkat kematian atau fatality rate hingga 35 persen.
Covid-19 varian baru itu setara dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang sempat mewabah beberapa tahun lalu.
"Rekomendasi dan komentar yang dibuat oleh SAGE membawa kenyataan sederhana, bahwa kita belum 'mengalahkan' virus ini. Kecuali ada peningkatan pesat dalam produksi global, melalui berbagai pengetahuan dan teknologi, tidak mungkin memvaksinasi dunia dan mengakhiri pandemi," lanjutnya," kata wakil ketua All-Party Parliamentary Group on Coronavirus di SNP, Dr Philippa Whitford, yang dikutip dari Daily Star, Sabtu (31/7/2021).
Menurut Dr Whitford, pengaturan pembatasan aktivitas masyarakat menjadi salah satu cara mencegah penyebaran varian baru itu.
"Saya akan berhati-hati untuk mengatakan bahwa kita mendekati batasnya. Kami tidak tahu di mana itu. Saat ini, pada dasarnya tidak ada akhir untuk ini," ucap dia.
Ketika virus terus bermutasi, dan sains berusaha menjawabnya dengan meneliti dan mengembangkan vaksin terbaru, berbagai upaya lain perlu dilakukan masyarakat. Diantaranya adalah menyesuaikan diri dengan keadaan yang terus berubah. Beruntung sebagai seorang Muslim kita diajarkan untuk bertawakal, terus berikhtiar sembari terus memohon pertolongan dari Allah.
(jqf)