Puasa Sunnah di Tanggal 1-9 Zulhijah, Amalan dari Nabi SAW
Mahmuda attar hussein
Ahad, 19 Juni 2022 - 12:00 WIB
Ilustrasi menjalani puasa sunnah di bulan Zulhijah. (Foto: Istimewa).
Umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan puasa sunnah ketika mulai masuk tanggal 1-9 Zulhijah. Perintah ini disebutkan dalam hadit Nabi Muhammad SAW.
"Rasulullah SAW melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Dilansir laman Muhammadiyah, hadis ini mengindikasikan bahwa Nabi SAW terbiasa berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Bahkan, beliau berpuasa sembilan hari Zulhijah (tanggal 1-9 Zulhijah) sebelum kaum muslimin melaksanakan ibadah Haji pertama kali tahun 9 Hijriah.
Indikasi bahwa Nabi SAW terbiasa berpuasa pada tanggal 9 Zulhijah juga diperkuat dengan dua hadis lainnya.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Menggandeng Niat Puasa Syawal dengan Puasa Sunnah Lain?
“Dari Maimunah istri Nabi SAW (diriwayatkan), ia berkata: Orang-orang saling berdebat apakah Nabi SAW berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya” (HR al-Bukhari dan Muslim).
“Dari Ummu al-Fadl binti al-Haris (diriwayatkan) bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi saw, sebagian mereka mengatakan: 'Beliau berpuasa'. Sebagian lainnya mengatakan: 'Beliau tidak berpuasa'. Lalu Ummu al-Fadl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
"Rasulullah SAW melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Dilansir laman Muhammadiyah, hadis ini mengindikasikan bahwa Nabi SAW terbiasa berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Bahkan, beliau berpuasa sembilan hari Zulhijah (tanggal 1-9 Zulhijah) sebelum kaum muslimin melaksanakan ibadah Haji pertama kali tahun 9 Hijriah.
Indikasi bahwa Nabi SAW terbiasa berpuasa pada tanggal 9 Zulhijah juga diperkuat dengan dua hadis lainnya.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Menggandeng Niat Puasa Syawal dengan Puasa Sunnah Lain?
“Dari Maimunah istri Nabi SAW (diriwayatkan), ia berkata: Orang-orang saling berdebat apakah Nabi SAW berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya” (HR al-Bukhari dan Muslim).
“Dari Ummu al-Fadl binti al-Haris (diriwayatkan) bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi saw, sebagian mereka mengatakan: 'Beliau berpuasa'. Sebagian lainnya mengatakan: 'Beliau tidak berpuasa'. Lalu Ummu al-Fadl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)