Pemerintah Tekan Penularan PMK Dengan Vaksinasi
Hasanah syakim
Senin, 20 Juni 2022 - 21:35 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: ekon.go.id)
Pemerintah berupaya menekan laju penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti ternak dengan menggencarkan vaksinasi hewan ternak.
Menteri Koordinasi Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa upaya vaksinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan herd immunity dari hewan ternak.
"Selanjutnya akan didorong vaksinasi dasar sebanyaak dua kali dengan interbal satu bulaan serta vaksinasi penguat setiap enam bulan, Pelaksanaan program vaksinasi tersebut akan dilakukan oleh sekitar 1.872 tenaga medis dan 4.421 paramedia," ujar Airlangga dalam keterangannya dikutip Senin (20/6/2022).
Baca juga:Soal PMK, Emil Imbau Masyarakat Tenang Jelang Idul Adha
Menurut Airlangga, pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembelian vaksin tiga juta dosis agar dapat segera didistribusikan dan dilakukan vaksinasi pada ternak prioritas.
"Prioritas vaksinasi dibutuhkan sebanyak 28 juta dosis vaksin yang akan dipenuhi dengan vaksin impor dan vaksin dalam negeri dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) serta produsen vaksin dalam negeri lainnya," ungkapnya.
Menurut Airlangga hal tersebut mengingat saat ini jumlah vaksinasi PMK masih rendah, sehingga pihaknya menekankan perlunya pengaturan dan pengawasan lalu lintas hewan dan ternak untuk kecamatan atau desa mendasarkan pada zonasi, yakni zona merah (daerah wabah), zona oranye (daerah tertular), zona kuning (daerah terduga), dan zona hijau (daerah bebas).
Menteri Koordinasi Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa upaya vaksinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan herd immunity dari hewan ternak.
"Selanjutnya akan didorong vaksinasi dasar sebanyaak dua kali dengan interbal satu bulaan serta vaksinasi penguat setiap enam bulan, Pelaksanaan program vaksinasi tersebut akan dilakukan oleh sekitar 1.872 tenaga medis dan 4.421 paramedia," ujar Airlangga dalam keterangannya dikutip Senin (20/6/2022).
Baca juga:Soal PMK, Emil Imbau Masyarakat Tenang Jelang Idul Adha
Menurut Airlangga, pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembelian vaksin tiga juta dosis agar dapat segera didistribusikan dan dilakukan vaksinasi pada ternak prioritas.
"Prioritas vaksinasi dibutuhkan sebanyak 28 juta dosis vaksin yang akan dipenuhi dengan vaksin impor dan vaksin dalam negeri dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) serta produsen vaksin dalam negeri lainnya," ungkapnya.
Menurut Airlangga hal tersebut mengingat saat ini jumlah vaksinasi PMK masih rendah, sehingga pihaknya menekankan perlunya pengaturan dan pengawasan lalu lintas hewan dan ternak untuk kecamatan atau desa mendasarkan pada zonasi, yakni zona merah (daerah wabah), zona oranye (daerah tertular), zona kuning (daerah terduga), dan zona hijau (daerah bebas).